Beranda Tuban – Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Tuban terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak. Salah satu langkah strategisnya adalah dengan menggelar pendampingan kasus risiko tinggi (risti) di Puskesmas UOBF Merakurak, Selasa (9/9/2025).
Kegiatan ini menghadirkan tim dokter spesialis kandungan dan anak yang memberikan pendampingan langsung kepada 13 ibu hamil risti dan 10 balita risti. Tak hanya menyasar pasien, pendampingan juga menjadi ajang pembinaan bagi tenaga kesehatan di puskesmas.
“Ini adalah bentuk penguatan layanan primer, khususnya dalam bidang kebidanan dan kesehatan anak. Harapannya, rujukan ke rumah sakit bisa lebih tepat, dan angka kematian ibu serta bayi bisa ditekan,” ujar dr A. Syaifudin Zuhri, dokter spesialis kandungan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga:
Menurut dr Zuhri, puskesmas memegang peran penting dalam deteksi dini risiko kehamilan maupun tumbuh kembang anak. Penanganan cepat di tingkat pelayanan dasar bisa mencegah kondisi memburuk dan menurunkan angka kejadian komplikasi.
“Jika potensi risiko bisa dikenali lebih awal, maka intervensi bisa lebih cepat dan efektif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas UOBF Merakurak, dr Reinnidha Puspita Sari, menyambut baik kegiatan ini. Ia menyebut pendampingan dari tim ahli sangat membantu meningkatkan kualitas pelayanan, baik dalam hal deteksi gangguan kandungan maupun kesehatan anak.
“Tenaga kesehatan jadi lebih percaya diri, terutama dalam mengenali tanda-tanda risiko dan menentukan langkah rujukan. Kami juga jadi lebih siap menangani kasus serupa di masa mendatang,” ungkap Reinnidha.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Dinas Kesehatan P2KB Tuban yang fokus pada penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Dengan menghadirkan pendampingan tim ahli langsung ke puskesmas, layanan kesehatan di wilayah bisa lebih responsif dan terstandar.
Pendampingan dilakukan oleh
dr. A. Syaifudin Zuhri, HS, SpOG untuk pasien ibu hamil risti dan dr. Marini Sartika Dewi, Sp.A. M.Si.Med untuk pasien balita risti.
Sedangkan drg. Roikan , M.H. selaku Plt. Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Tuban juga mengatakan bahwa pendampingan ini sangat penting demi menekan angka stunting juga kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tuban. (*)
















