Beranda Bojonegoro – Sebanyak 40 pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Bojonegoro mengikuti kegiatan Sinau Jurnalistik dan Broadcasting yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya, Sabtu (23/8/2025).
Acara edukatif ini berlangsung di Aula Ademos, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro.
Kegiatan ini jadi yang pertama kalinya digelar IJTI di Bojonegoro. Tujuannya, meningkatkan literasi digital sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan jurnalistik dan komunikasi massa.
Baca Juga:
Program ini terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari Ademos, SKK Migas, EMCL, Pertamina EP Sukowati Zona 11, Pertamina EP Cepu Zona 12, hingga Perumda Air Minum Tirta Buana Bojonegoro.
Juga hadir dukungan dari ADS BUMD Bojonegoro, PT BPR Bank Daerah Bojonegoro, Polres dan Kodim 0813 Bojonegoro, serta Pemkab Bojonegoro.
Para peserta berasal dari SMAN 1 Tambakrejo, SMKN 1 Ngambon, SMKN Ngasem, serta perwakilan dari PDAM, Ademos, dan guru pendamping.
Dalam sambutannya, Dion Fajar Arianto, Sekretaris IJTI Korda Pantura Raya, menyampaikan apresiasinya.
“Selamat untuk kawan-kawan IJTI di Bojonegoro. Berkat kerja keras, kegiatan ini berjalan lancar. Terima kasih juga kepada Ademos dan para sponsor yang mendukung acara ini,” kata Dion.
Dion menjelaskan, kegiatan ini awalnya dirancang untuk berkeliling ke sekolah-sekolah. Namun karena kendala teknis, akhirnya dipusatkan di satu tempat.
Para peserta menerima tiga materi utama, yaitu Jurnalistik dan literasi digital, Teknik pengambilan gambar dan Praktik langsung broadcasting
Perwakilan Ademos, Arsyad, juga hadir dan memberikan sambutan. Menurutnya, pelajar masa kini perlu dibekali kemampuan menyaring informasi dan etika bermedia.
“Pelajar hidup di tengah derasnya arus informasi. Maka, mereka perlu dibekali kemampuan menyaring informasi, menulis berita, dan memahami etika bermedia sosial,” ujar Arsyad.
Ia menambahkan, setiap siswa dengan ponsel dan media sosial punya potensi menjadi penyampai informasi.
“Penting untuk mendorong mereka menggunakan media sosial secara positif, edukatif, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Sinau Jurnalistik dan Broadcasting IJTI ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran literasi media.
Melalui praktik langsung dan bimbingan dari jurnalis TV, pelajar diajak memahami dunia media secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Dengan keterlibatan langsung dari para praktisi, kegiatan ini diharapkan membentuk karakter pelajar yang siap menghadapi tantangan era digital. (*)
















