Berandaonline.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 15 unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Tuban. Penyerahan dilakukan dalam kunjungan kerja di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Senin (21/7/2025), sebagai bentuk dukungan peningkatan produksi padi dan jagung di wilayah tersebut.
Jenis alat yang diserahkan antara lain 5 unit cultivator, 2 traktor roda dua, 4 corn sheller, 3 combine harvester, serta 1 unit power thresher multiguna.
“Alat ini penting untuk mempercepat produksi, terutama jagung agar hasilnya tidak banyak terbuang,” ujar Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Heru Suseno.
Baca Juga:
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky (Mas Lindra), yang turut hadir, menyebut bahwa bantuan ini bukan hanya teknis, tapi juga wujud nyata komitmen Pemprov dalam memperkuat kedaulatan pangan.
“Tuban jadi salah satu lumbung jagung. Kami juga dorong distribusinya ke luar provinsi agar petani lebih sejahtera,” ucapnya.
Mas Lindra juga berharap Alsintan bisa dimanfaatkan secara merata, bahkan dipinjamkan ke kelompok tani yang belum kebagian alat serupa.
“Tujuannya agar produktivitas meningkat, tapi juga adil,” tegasnya.
Tak hanya Alsintan, Gubernur Khofifah juga menyerahkan berbagai bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi untuk warga Kabupaten Tuban. Kegiatan digelar di Pendapa Kridha Manunggal dan disambut antusias ratusan warga.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp6,53 miliar, mencakup:
- PKH Plus untuk 2.116 keluarga miskin: Rp4,23 miliar
- Bantuan penyandang disabilitas: Rp453,6 juta
- BLT buruh pabrik rokok: Rp28,6 juta
- Bantuan kewirausahaan inklusif: Rp48 juta
- Alat bantu mobilitas: Rp133,7 juta
- Tali asih pilar sosial (TKSK, pendamping PKH, TAGANA, dll): Rp844,2 juta
- Bantuan desa berdaya & BUMDesa: Rp699,8 juta
- Peralatan usaha Bhakti Nagari: Rp62,25 juta
- Zakat produktif untuk warga prasejahtera: Rp30 juta
“Semua bantuan ini telah diverifikasi berbasis data. Kita ingin mereka bangkit dan mandiri,” kata Kadinsos Jatim, Restu Novi Widiani.
Khofifah menegaskan bahwa langkah ini bagian dari strategi nasional ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan ekstrem. Ia juga menyebut misi dagang Jatim menunjukkan hasil positif, seperti transaksi Rp1,068 triliun di NTB pada 9 Juli lalu.
“Pasarnya luas, tinggal kita perkuat konektivitas agar distribusi lancar,” katanya.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen, termasuk TNI-Polri, untuk bersinergi menjaga ketahanan pangan nasional.
Penyerahan Alsintan dan bantuan sosial ini turut dihadiri Forkopimka Merakurak, perwakilan KTNA, penyuluh pertanian, serta kepala OPD provinsi dan kabupaten. Para petani berharap bantuan bisa segera digunakan untuk masa tanam berikutnya.
















