Beranda Tuban – Narkoba menjadi hal serius yang mengancam masa depan bangsa. Kini, obat terlarang tersebut juga rentan menjangkit para perempuan di Kabupaten Tuban.
Berdasarkan catatan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban, bahwa jumlah perempuan yang terpapar narkoba meningkat 5 kali lipat dari sebelumnya.
Jika dalam tahun 2024 hanya 1 orang, di tahun ini ada 5 perempuan yang masuk ruang rehabilitasi. Keseluruhan ada 26 pemakai narkoba yang kini direhabilitasi oleh BNNK.
Baca Juga:
Diharapkan selama 7 bulan ini mereka sembuh dan tidak tergantung lagi terhadap narkoba.
Kepada media Kepala BNNK Tuban, AKBP Bagus Hari Cahyono prihatin dan tren tersebut harus jadi atensi bersama.
“Kita juga prihatin, jumlah perempuan pengguna narkoba meningkat,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (28/7/2025).
Selain perempuan, remaja dan pelajar yang masih berusia produktif juga terpapar narkoba. Tercatat yang mengikuti program rehabilitasi BNNK di Jalan Ronggolawe berusia 18 hingga 30 tahun.
“Secara keseluruhan, klien yang direhabilitasi paling banyak berusia 18-30 tahun,” jelasnya.
Bagus Hari menambahkan, pasien rehabilitasi di kantornya terdeteksi memakai narkoba hasil dari razia BNNK, pengungkapan dari Satresnarkoba Polres Tuban, hingga laporan dari keluarga korban.
“Zat yang dikonsumsi cukup beragam, meliputi sabu-sabu, carnophen, double L, hingga pil reklona,” tegasnya.
Edukasi terus digencarkan oleh BNNK melalui berbagai kegiatan. Fokusnya tetap pada lingkungan pendidikan dan generasi muda Tuban. BNNK juga akan menggelar razia secara berkala di tempat-tempat yang disinyalir menjadi lokasi peredaran narkoba. (*)
















