Belasan HP Hasil Penjambretan di Tuban Dikembalikan Polisi ke Pemilik

Editor

Berita

Caption: Polres Tuban kembalikan 14 HP hasil jambret ke pemilik tanpa biaya. (Foto/Ali Imron)

Beranda Tuban – Belasan korban pencurian telepon genggam akhirnya dapat bernapas lega. Setelah rangkaian pengungkapan lintas daerah oleh Tim Jatanras Satuan Reserse Kriminal Polres Tuban, sebanyak 14 unit ponsel berhasil dikembalikan kepada pemiliknya tanpa biaya.

Pengungkapan dilakukan menyusul laporan kehilangan yang mencuat di sejumlah lokasi di Kabupaten Tuban. Beberapa di antaranya bertepatan dengan perhelatan massal, seperti Haul Sunan Bonang, yang menarik ribuan peziarah setiap tahunnya.

Nia (21), warga Kecamatan Bancar, salah satu korban, menceritakan bahwa ia kehilangan ponselnya saat keramaian haul. Tanpa harapan besar, ia tetap melaporkan kejadian itu ke polisi. Sebulan berselang, ia justru menerima kabar bahwa alat komunikasinya berhasil ditemukan dan bisa diambil.

“Ambilnya gratis tanpa ada biaya. Saya hanya diminta membawa dusbook dan bisa langsung bawa pulang,” kata Nia, yang tampak lega saat ditemui di markas Jatanras.

Senada disampaikan Uki (22), pemuda asal Desa Medalem, Kecamatan Senori. Ia memuji langkah cepat polisi yang mampu menelusuri keberadaan ponsel miliknya hingga ke tangan pembeli pertama.

“Cepat terungkap dan saya senang HP bisa kembali,” ucapnya singkat.

Menurut Kanit Pidum Satreskrim Polres Tuban, Ipda Muhammad Rudi, kasus ini tergolong unik. Setelah ponsel dikembalikan, tidak satu pun korban yang menyatakan keberatan atau ingin melanjutkan proses hukum terhadap pelaku.

“Dari 14 unit ponsel yang dikembalikan, empat di antaranya merupakan hasil kejahatan yang terjadi saat Haul Sunan Bonang. Pelaku telah ditangkap,” ujar Rudi dalam jumpa pers di Markas Jatanras Polres Tuban, Selasa (29/7/2025).

Sementara sisanya merupakan hasil pengembangan kasus yang dilakukan di sejumlah lokasi di Tuban. Untuk pencurian HP di lokasi Tegalbang Tuban, HP ditemukan di Wonosobo dan Sidoarjo.

Rudi menyebut, para pelaku memiliki pola distribusi yang terstruktur. Ponsel hasil curian segera dijual ke pemakai dengan harga yang jauh di bawah pasaran hanya sekitar 30 persen dari harga baru.

“Mereka langsung lepas barang di perjalanan, makanya sulit ditelusuri jika tidak ada laporan cepat,” imbuhnya.

Meski kasus dihentikan, Polres Tuban menyatakan akan tetap meningkatkan pengawasan terutama di titik-titik keramaian yang rentan aksi penjambretan, khususnya saat berlangsungnya acara besar berbasis kerumunan massa. (*)

Terpopuler

Pengendara Honda Vario Tewas Usai Jatuh Menghindari Jalan Rusak di Tuban

Editor

Beranda Tuban – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di wilayah hukum Polres Tuban pada hari Jumat pagi, 01 Agustus 2025. ...

Curi Diesel Traktor di Persawahan Tuban, Pelaku Jual Barang Curian Lewat Facebook, 2 DPO Diburu

Editor

Beranda Tuban – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban berhasil mengamankan pelaku pencurian diesel traktor di area persawahan Desa Tengger, ...

Kasus Penipuan Pelunasan Hutang Fiktif dengan SBKKN BRI Tuban, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Editor

Beranda Tuban – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban melalui Unit Tindak Pidana Ekonomi mengungkap kasus penipuan berkedok program pelunasan ...

Parenting KB-RA Muslimat NU Salafiyah Merakurak Tuban: Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Lindungi Generasi Emas dari Zat Adiktif

Editor

Beranda Tuban – KB-RA Muslimat NU Salafiyah Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban menggelar kegiatan parenting yang bertujuan untuk memberikan edukasi bagi ...

Rotasi Besar di Pemkab Tuban, 8 Pejabat Tinggi Dilantik Mas Lindra Hari Ini

Editor

Beranda Tuban – Suasana Pendapa Kridha Manunggal, Kamis (31 Juli 2025), terasa khidmat saat Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, memimpin ...

Kecelakaan Maut di Rengel Tuban, Pengendara Asal Bojonegoro Meninggal di Puskesmas

Editor

Beranda Tuban – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 06.45 WIB di Jalan Pakah-Soko, Desa Maibit, ...

Tinggalkan komentar