Beranda Tuban – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), menerima kunjungan jajaran pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tuban yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Tuban, Drs. Agus Wijaya.
Kunjungan ini turut diikuti oleh para pelaku usaha jasa konstruksi guna mengenal lebih dekat proses produksi semen ramah lingkungan yang diusung oleh SBI melalui pabriknya di Tuban.
Dalam sambutannya, General Manager Pabrik Tuban, Priyatno, menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan hanya ajang silaturahmi, melainkan wujud sinergi lintas sektoral untuk mendukung pembangunan daerah.
Baca Juga:
“Sebagai bagian dari industri strategis, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk berkomitmen menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan ramah lingkungan guna memperkuat pembangunan berkelanjutan serta peningkatan perekonomian di Kabupaten Tuban dan Provinsi Jawa Timur,” ujar Priyatno.
Kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tuban 2025–2030, yang fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, serta pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Drs. Agus Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada SBI atas perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk keterlibatan aktif dalam pengembangan UMKM dan berbagai program kemasyarakatan.
“SBI tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat. Kami mengapresiasi inisiatif seperti pertanian terintegrasi yang memanfaatkan lahan kering, seperti budidaya melon dengan sistem pengairan inovatif. Ini contoh nyata optimalisasi sumber daya lokal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Agus Wijaya.
Kunjungan diawali dengan pemaparan mengenai strategi keberlanjutan SBI, lalu dilanjutkan dengan tur ke area pabrik untuk menyaksikan langsung proses produksi semen ramah lingkungan Dynamix, yang memiliki keunggulan emisi karbon 32% lebih rendah dibanding produk konvensional.
“Melalui pendekatan keberlanjutan, kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan yang hijau dan efisien adalah mungkin. Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri terus diperkuat demi ekonomi daerah yang inklusif,” tambah Priyatno.
Sekedar diketahui SBI adalah perusahaan publik yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). SBI menjalankan bisnis terintegrasi di sektor semen, beton siap pakai (merek Dynamix dan Semen Andalas), agregat, serta layanan pengelolaan limbah ramah lingkungan.
Saat ini, SBI mengoperasikan empat pabrik semen terintegrasi yang berlokasi di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh) melalui anak usaha PT Solusi Bangun Andalas, dengan total kapasitas 14,86 juta ton per tahun dan lebih dari 2.000 karyawan. (*)
















