Beranda Tuban – Kodim 0811/Tuban melakukan gebrakan luar biasa dalam program pembinaan teritorial dengan membangun Kampung Terpadu dan kawasan ekowisata berbasis alam di Desa Menilo, Kecamatan Soko.
Proyek ini dipimpin langsung oleh Dandim 0811 Tuban, Letkol Inf Dicky Purwanto, sebagai bagian dari persiapan menghadapi lomba pembinaan teritorial tingkat nasional, mewakili Kodam V/Brawijaya.
Dalam keterangannya, Letkol Dicky menegaskan bahwa proyek ini bukan semata untuk lomba, melainkan wujud nyata pembinaan wilayah yang berkelanjutan dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Baca Juga:
“Tempat ini kami siapkan sebagai lokasi perlombaan, tetapi juga sebagai hadiah untuk masyarakat. Kami bangun Kampung Terpadu yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, perikanan, dan wisata alam,” ujar Letkol Inf Dicky Purwanto.
Kampung Terpadu dibangun di atas lahan seluas 25 hektare. Sebanyak 13 hektare telah ditanami jagung, padi, dan sayuran oleh masyarakat setempat. Sementara 11 hektare lainnya dikembangkan menjadi kawasan pertanian terpadu, meliputi peternakan sapi, kambing, ayam, serta budidaya ikan lele.
Kodim 0811 juga merancang kawasan ini sebagai destinasi ekowisata gratis yang terbuka untuk warga Tuban, Bojonegoro, dan sekitarnya. Lokasinya yang berada di perbatasan dua kabupaten dinilai sangat strategis sebagai ruang terbuka hijau dan tempat interaksi sosial.
“Kami siapkan area untuk camping ground, olahraga, dan spot rekreasi menikmati panorama Bengawan Solo, termasuk sunrise dan sunset. Tempat ini terbuka untuk umum tanpa biaya,” tambah Dandim.
Penilaian lomba pembinaan teritorial tingkat nasional dijadwalkan pada akhir Agustus 2025, namun Kodim 0811 menargetkan seluruh pembangunan Kampung Terpadu selesai pada 20 Agustus 2025.
“Kami ingin tidak hanya memenuhi penilaian lomba, tapi meninggalkan warisan nyata berupa fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan masyarakat jangka panjang,” tegas Dandim. (*)
















