Beranda Tuban – Memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80, Pantai Kelapa Tuban mengambil langkah inspiratif dengan menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan patriotisme di tengah situasi ekonomi dan sosial yang tak seideal tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Kelapa Tuban, Muhasan menegaskan pentingnya momen kemerdekaan ini sebagai waktu untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan bangsa.
“Kita memang tidak ikut berdarah-darah memerdekakan negara ini, tapi semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan hal positif harus tetap menyala,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).
Baca Juga:
Muhasan menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi sosial dan ekonomi saat ini, yang menurutnya turut memengaruhi menurunnya rasa kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.
“Banyak masyarakat yang merasa geram, terutama terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap kurang berpihak kepada rakyat. Ini yang menjadi pemicu degradasi nilai sosial, moral, bahkan nasionalisme,” tambahnya.
Ia menyoroti pentingnya peran para pemimpin dari semua unsur eksekutif, legislatif, hingga yudikatif untuk kembali membangun kepercayaan publik melalui edukasi dan tindakan nyata yang berpihak pada rakyat.
Muhasan juga mengingatkan pentingnya mengamalkan kembali Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945, yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“Ini adalah dasar yang harus menjadi pedoman para pemimpin agar rakyat bisa kembali percaya dan merasa memiliki bangsa ini. Kalau kepercayaan hilang, nasionalisme pun ikut luntur,” tegasnya.
Sebagai pengelola kawasan wisata, Pokdarwis Pantai Kelapa Tuban berkomitmen untuk terus mengibarkan bendera Merah Putih, menyebarkan semangat kemerdekaan, dan memberikan edukasi positif kepada masyarakat sekitar.
“Perayaan HUT RI ke-80 ini bukan hanya soal seremoni, tapi bagaimana kita sebagai masyarakat bisa terus menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan kebersamaan dalam setiap tindakan,” pungkas Muhasan. (*)
















