Beranda Tuban – RSUD dr. R. Koesma Tuban, sebuah rumah sakit pemerintah yang berlokasi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, telah menyediakan fasilitas Cathlab untuk tindakan kateterisasi jantung sejak Oktober 2002.
Dengan dilengkapi alat medis yang sudah terjamin izin dari BAPETEN dan tenaga medis yang sesuai standar, RSUD Tuban siap memberikan pelayanan terbaik bagi pasien yang membutuhkan prosedur medis untuk penyakit jantung.
Namun, hingga kini, RSUD Tuban belum dapat memberikan layanan kateterisasi jantung bagi pasien yang terdaftar dalam program BPJS Kesehatan, karena belum adanya kerja sama antara pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan pusat.
Baca Juga:
Hal ini menyebabkan pasien yang membutuhkan tindakan tersebut terpaksa menanggung biaya secara mandiri, dengan nominal yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Plt Direktur RSUD dr. R. Koesma, drg. Heni Purnomo Wati, menjelaskan bahwa meskipun rumah sakit telah memiliki alat yang sesuai dan tenaga medis yang terlatih, kewenangan untuk mengatur kerjasama dengan BPJS Kesehatan sepenuhnya berada di tangan BPJS Kesehatan pusat.
“Kami sudah mengajukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan melalui BPJS cabang dan provinsi, namun sampai sekarang belum ada keputusan resmi dari pusat,” kata drg. Heni. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan, mengingat penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia.
Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, penyakit jantung menduduki urutan pertama dengan total 20,04 juta kasus di Indonesia pada 2023.
Bahkan, BPJS Kesehatan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 23,52 triliun untuk pelayanan pasien penyakit jantung pada tahun 2023.
Di samping masalah kerjasama dengan BPJS Kesehatan, RSUD dr. R. Koesma sebelumnya juga sempat mengungkapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan layanan yang dialami oleh pasien pada Senin, 26 Mei 2025.
Pada hari tersebut, jumlah kunjungan pasien mencapai sekitar 400 orang, jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah kunjungan harian yang biasanya berkisar antara 50- 100 pasien.
Lonjakan pasien ini terutama terjadi di Klinik Jantung, yang menjadi sangat penuh dan melebihi kapasitas pelayanan. Pada saat itu, klinik hanya ditangani oleh satu dokter spesialis jantung yang dibantu oleh tenaga medis lainnya.
Pihak RSUD dr. R. Koesma terus berupaya untuk meningkatkan layanan kesehatan, termasuk mengajukan berbagai langkah strategis untuk menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Rumah sakit ini berharap agar BPJS Kesehatan pusat segera memberikan keputusan yang positif, sehingga masyarakat Tuban dan sekitarnya dapat merasakan manfaat pelayanan jantung yang lebih terjangkau, sesuai dengan standar pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional( JKN).
Kedepannya, RSUD dr. R. Koesma juga akan memperkuat infrastruktur dan sumber daya manusia di bidang kardiovaskular agar dapat lebih maksimal melayani pasien yang membutuhkan perawatan jantung.
Perlu dipahami, bahwa penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, stroke, dan gagal jantung, menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia.
Pemerintah melalui BPJS Kesehatan berkomitmen untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, dengan total anggaran yang sangat besar.
Pada tahun 2023, dikutip dari keterangan tertulis yang dirilis BPJS Kesehatan mencatat total anggaran sebesar Rp 23,52 triliun untuk layanan penyakit jantung, dan ini menjadikan penyakit jantung sebagai salah satu prioritas utama dalam pelayanan kesehatan nasional.
Diharapkan, dengan upaya yang terus dilakukan oleh RSUD dr. R. Koesma dan kerjasama yang diharapkan dengan BPJS Kesehatan, pasien yang membutuhkan kateterisasi jantung atau tindakan medis lainnya dapat lebih mudah mengakses layanan ini tanpa harus terbebani dengan biaya yang sangat tinggi.
Pemerintah melalui BPJS Kesehatan diharapkan juga dapat segera memberikan keputusan terkait kerjasama ini demi kesejahteraan masyarakat.( *)
















