Beranda Rembang – Kepala Desa Pasucen, Salamun, mengenang masa kecilnya yang penuh perjuangan hanya untuk mendapatkan air bersih. Kala itu, warga harus berjalan jauh sambil menenteng ember dan memikul jerigen demi kebutuhan sehari-hari, apalagi saat musim kemarau.
“Dulu kami harus jalan jauh ambil air, bawa jerigen, ember. Sangat berat, apalagi kalau kemarau panjang,” kata Salamun, Jumat (5/9/2025).
Kondisi serupa juga dirasakan warga Desa Ngampel, Blora. Selama puluhan tahun, akses air bersih jadi persoalan utama. Namun kini, semua berubah.
Baca Juga:
Lewat program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya PT Semen Gresik, membangun jaringan pipanisasi dari sumber mata air di Terowongan Brubulan ke permukiman warga. Jarak pipanisasi mencapai 100–600 meter, ditambah pembangunan tandon, bak penampungan, dan pompa air.
“Hampir seluruh warga Pasucen sekarang sudah bisa mandi, mencuci, dan masak pakai air bersih yang mengalir langsung ke rumah,” ujar Salamun.
Tak hanya Pasucen, warga Ngampel juga ikut merasakan manfaat program ini. Kepala Desa Ngampel, Mohamad Astiadi Maryanto, menyebut air kini mengalir lancar ke rumah warga.
“Sebelumnya warga kami sangat kesulitan air. Sekarang alhamdulillah, air sudah mengalir lancar. Debitnya besar, cukup untuk semua kebutuhan,” ungkapnya.
Program ini berlangsung sejak 2017 hingga 2024 dengan total investasi mencapai Rp582,7 juta. Fasilitas yang dibangun meliputi sistem pipanisasi, tandon, bak air, dan pompa.
Sebanyak 457 Kepala Keluarga (KK) di dua desa kini menikmati manfaatnya: 250 KK di Pasucen dan 207 KK di Ngampel.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa program ini sejalan dengan strategi keberlanjutan perusahaan untuk mendukung masyarakat di wilayah operasional (Desa Ring 1).
“Akses air bersih itu hak dasar. Kami hadir untuk memberikan solusi nyata yang berkelanjutan, dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat,” kata Vita.
SIG berkomitmen melanjutkan program TJSL dengan pendekatan kolaboratif agar manfaat yang dihasilkan bisa dirasakan dalam jangka panjang. (*)
















