Beranda Tuban – Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban sukses menggelar Carnival Budaya 2025 yang berlangsung meriah pada Selasa sore (9/9/2025). Acara tahunan ini diikuti 11 grup dari RT/RW setempat, menempuh rute sepanjang 3,2 kilometer mengelilingi desa dengan penuh semangat kebudayaan.
Carnival dimulai pukul 15.00 WIB dari depan Balai Desa Klotok dan diperkirakan rampung hingga pukul 22.00 WIB. Setiap peserta tampil dengan ragam kostum adat nusantara mulai dari Dayak, Borneo, Nias, hingga Toraja, dan diperkirakan total peserta mencapai 1.200 orang.
Kepala Desa Klotok, Suhartoyo, mengatakan carnival tahun ini sepenuhnya diinisiasi dan dilaksanakan oleh masyarakat, khususnya para pemuda desa. Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini tidak melibatkan lembaga pendidikan dan fokus pada kreativitas warga.
Baca Juga:
“Carnival ini murni hasil kreativitas pemuda Klotok dengan persiapan hampir satu tahun. Tidak ada iuran warga, seluruh biaya dari hasil panen melon dan sewa kostum,” jelas Suhartoyo di titik start.
Menariknya, meski tampil megah, seluruh pembiayaan kegiatan tidak dibebankan ke warga. Suhartoyo menyebut, satu kostum bisa menelan biaya antara Rp 25 juta hingga Rp 30 juta. Pendanaan diperoleh dari hasil panen serta pendapatan sewa kostum sebelumnya.
Tahun ini, Pemdes Klotok dengan tegas membatasi penggunaan sound system berlebihan (sound horeg) dan mengedepankan unsur budaya sesuai dengan surat edaran dari pemerintah daerah.
Setiap peserta diperiksa ketat, bahkan sejumlah kabel sound system yang melebihi batas aturan disita oleh aparat dan akan dikembalikan setelah acara.
“Semua sudah sesuai aturan. Izin kami juga sudah disampaikan ke Disbudporapar, Forkopimka Plumpang, dan instansi terkait. Fokus tahun ini adalah budaya, bukan hingar-bingar sound,” tambah Suhartoyo.
Masing-masing grup peserta membawakan pertunjukan di dua titik, yaitu Pasar Klotok dan titik finish di depan Balai Desa Klotok. Rata-rata, setiap grup membawa sekitar 120 penari yang tampil dengan berbagai elemen artistik karnaval.
Camat Plumpang, Saefiyudin, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh warga Klotok atas suksesnya acara yang juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh warga. Klotok selalu menjaga kekompakan, dan ini wujud nyata pelestarian budaya Nusantara,” ujar Camat Asep didampingi Kapolsek dan Danramil Plumpang.
Meski sukses, panitia menyampaikan rencana untuk menata ulang format carnival tahun depan agar lebih fokus pada kreativitas kostum dan seni budaya, sambil tetap mematuhi aturan yang berlaku. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan sound system berlebihan agar nuansa budaya lebih terasa kuat. (*)
















