Beranda Tuban – Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono secara resmi memberangkatkan kontingen Pramuka Kwarcab Tuban untuk mengikuti kegiatan Giat Prestasi Penegak Jawa Timur 2025.
Acara pelepasan berlangsung di rumah dinas Wakil Bupati Tuban dan disaksikan sejumlah pejabat serta orang tua peserta, Rabu (10/9/2025).
Sebanyak 18 anggota Pramuka Kwarcab Tuban akan bersaing dalam ajang bergengsi tingkat provinsi yang digelar di Pujon, Kabupaten Malang.
Baca Juga:
Mereka akan bertanding bersama kontingen lain dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur selama 4 hari ke depan.
Dalam sambutannya, Wabup Joko Sarwono menekankan pentingnya kekompakan antaranggota selama mengikuti kegiatan. Ia berharap regu yang solid bisa menjadi pondasi kuat dalam berkompetisi.
“Kontingen Tuban diharapkan memberikan persembahan terbaik. Jaga kekompakan, dan manfaatkan kegiatan ini sebagai ajang mengeksplor potensi diri,” ujar Joko Sarwono di hadapan peserta dan tamu undangan.
Wabup Joko juga menegaskan bahwa para peserta bukan hanya membawa nama Kwarcab Tuban, tapi juga menjadi duta Kabupaten Tuban. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kontingen menjaga sikap dan menunjukkan karakter positif saat bersosialisasi dengan peserta dari daerah lain.
“Tunjukkan sikap yang baik, kenalkan budaya, kuliner, dan potensi wisata Tuban. Kalian adalah wajah Kabupaten Tuban di tingkat provinsi,” tambahnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Kwarcab Tuban, Kacuk Karsono, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tuban Muhammad Emawan Putra, serta para orang tua kontingen.
Ketua Kwarcab Tuban, Kacuk Karsono menyampaikan bahwa peserta yang diberangkatkan telah melewati serangkaian seleksi ketat.
Mereka dinilai layak mewakili Tuban dalam ajang Giat Prestasi Penegak Jawa Timur 2025.
“Mereka sudah dipersiapkan secara matang. Harapan kami, mereka bisa tampil maksimal dan membawa pulang prestasi,” ungkap Kacuk.
Kacuk juga berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, para anggota Pramuka bisa berbagi pengalaman dan ilmu kepada rekan-rekannya di daerah asal.
“Ajang ini juga jadi wadah untuk mengasah skill, menumbuhkan kemandirian, dan membentuk karakter generasi muda yang tangguh,” pungkasnya. (*)
















