Beranda Tuban – Pola asuh anak yang tepat harus disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan mereka. Inilah pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan parenting bertajuk “Tamasya: Taman Asuh Sayang Anak” yang digelar oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban bersama Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban.
Kegiatan edukatif yang diikuti oleh 153 wali murid Taman Kanak-Kanak (TK) di wilayah sekitar operasional perusahaan ini bertempat di Balai Among Jagad, Ecopark Kambangsemi, Kamis (18/9/2025).
Di era serba digital seperti sekarang, banyak orang tua yang tanpa sadar memberikan pola asuh yang tidak sesuai usia, seperti memberikan gadget pada anak balita hanya untuk menenangkan mereka saat rewel.
Baca Juga:
“Kita perlu bertanya kembali, apakah memberikan HP kepada anak setiap rewel itu tepat? Ini yang kami angkat dalam kegiatan parenting ini. Anak usia dini perlu stimulasi sesuai tahap perkembangannya, bukan sekadar distraksi,” jelas Dharma Sunyata, Senior Manager of Corporate Communication SIG Pabrik Tuban.
Menurut Dharma, kesuksesan anak berakar dari rumah, dan hal itu bermula dari orang tua yang paham bagaimana memperlakukan anak sesuai dengan usianya baik dari sisi komunikasi, stimulasi motorik, hingga cara memberi perhatian.
Senada dengan hal itu, Candra Dewi Kumalasari, dari Dinkes P2KB Tuban menjelaskan bahwa perlakuan yang tidak sesuai usia bisa menghambat tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, program ini juga menyasar guru dan pengasuh PAUD.
“Anak usia dini tidak bisa disamakan dengan anak remaja. Mereka membutuhkan pendekatan yang penuh kesabaran, bermain, dan edukasi sederhana. Kami ingin orang tua dan pengasuh memahami cara yang tepat agar anak bisa tumbuh optimal,” tegas Candra.
Harsono Tri Asworo, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Dinkes P2KB, menambahkan bahwa tidak hanya orang tua yang perlu memahami pola asuh sesuai usia, tapi juga pengasuh di rumah maupun tempat penitipan anak.
“Sekarang banyak ibu yang juga bekerja, sehingga anak dititipkan ke pengasuh. Maka penting semua pihak memahami peran dalam pengasuhan berbasis usia. Lingkungan anak sangat menentukan pembentukan karakternya,” ujarnya.
Menariknya, kegiatan parenting ini juga diiringi dengan aktivitas edukatif untuk anak-anak di Ecopark Kambangsemi.
Mereka mengikuti kegiatan seperti mewarnai, menanam pohon, dan outbound, yang semuanya dirancang sesuai usia mereka menekankan pembelajaran berbasis pengalaman nyata. (*)
















