Beranda Tuban – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban tengah mempersiapkan langkah besar dalam pengembangan institusi. Rektor IAINU Tuban, Prof. Dr. M. Syamsul Huda, secara resmi mengumumkan bahwa kampus yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini siap alih status menjadi universitas.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam prosesi Wisuda ke-6 IAINU Tuban yang digelar di Graha Sandiya, Sabtu (27/9/2025), di hadapan ratusan tamu undangan, tokoh NU, wali mahasiswa, serta mitra kampus dari berbagai lembaga dan instansi.
“Dalam waktu dekat, IAINU akan bertransformasi menjadi universitas agar bisa memberikan layanan pendidikan yang lebih luas dan berkualitas kepada masyarakat,” ujar Prof. Syamsul.
Baca Juga:
Tak hanya alih status, IAINU Tuban juga menargetkan pembukaan program magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai bentuk penguatan akademik di tingkat pascasarjana.
Prosesi wisuda ke-6 ini diikuti 203 mahasiswa dari berbagai program studi, antara lain:
– Pendidikan Agama Islam (PAI)
– PGMI- PIAUD
– Perbankan Syariah
– Manajemen Dakwah
– Hukum Keluarga Islam
Para lulusan secara simbolis diserahkan dari Rektor IAINU Tuban kepada Ketua IKA USI (Ikatan Alumni Unsuri, STITMA, dan IAINU), Sullamul Hadi, S.Ag., SH., MH. Penyerahan ini menandai bergabungnya para lulusan ke dalam jejaring alumni nasional kampus Nahdlatul Ulama tersebut.
Dalam sambutannya, Prof. Syamsul menegaskan bahwa alih status ke universitas bukan sekadar perubahan nama, melainkan bagian dari visi besar menjadikan IAINU Tuban sebagai pusat studi Islam dan pemberdayaan masyarakat di Bumi Wali.
“Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak, terutama dari NU dan masyarakat Tuban, agar proses alih status berjalan lancar dan IAINU bisa terus berkembang,” katanya.
Ketua PCNU Tuban, KH. M. Damanhuri, mendukung penuh langkah IAINU Tuban untuk naik status menjadi universitas. Menurutnya, NU di Tuban membutuhkan institusi pendidikan tinggi yang kuat sebagai basis kaderisasi dan pusat intelektual umat.
“Kampus NU seperti IAINU harus mengambil peran strategis. Jika semua elemen bergerak bersama, maka mencari mahasiswa baru dan meningkatkan kualitas bukan hal sulit,” tuturnya.
PCNU dan banom-banomnya juga berharap IAINU bisa menjadi motor penggerak literasi, moderasi beragama, dan pendidikan berbasis akhlak yang kuat di wilayah Jawa Timur bagian barat.
Seiring dengan belum adanya perguruan tinggi negeri di Kabupaten Tuban, alih status IAINU menjadi Universitas Nahdlatul Ulama Tuban diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus keluar daerah.
“Kami berkomitmen menjadi perguruan tinggi Islam berbasis ahlussunnah wal jamaah yang adaptif terhadap tantangan zaman,” tegas Prof. Syamsul.
Dengan dukungan dari jaringan alumni (IKA USI), tokoh NU, serta mitra pendidikan dan industri, IAINU Tuban kini berada di jalur transformasi besar menuju universitas unggul dan berdaya saing. (*)
















