Beranda Tuban – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) D’Joyo Lestari di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Rabu (15/10/2025).
TPST ini menjadi yang pertama di Kabupaten Tuban dengan kapasitas pengolahan 3–5 ton sampah per hari, sebagai solusi konkret terhadap permasalahan sampah berbasis ekonomi sirkular dan partisipasi masyarakat.
Peresmian TPST dihadiri General Manager Pabrik Tuban Priyatno, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban Anthon Tri Laksono, perwakilan DLH Provinsi Jawa Timur, serta berbagai stakeholder dari pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga:
“Ini adalah bagian dari komitmen SBI dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Kami berharap TPST ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ujar Priyatno.
TPST D’Joyo Lestari dibangun di atas lahan seluas 3.200 m² dengan ukuran bangunan 12×18 meter. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi SBI dengan BUMDes Desa Sawir dan Universitas Brawijaya, yang juga turut mendorong pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono, menyampaikan bahwa TPST ini bisa menjadi pusat pembelajaran dan solusi penanganan sampah tingkat desa.
“Masalah sampah bukan soal limbah semata, tapi soal bagaimana kita memperlakukan bumi. TPST ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bisa dilakukan secara cerdas dan produktif,” ujarnya.
Selama ini, pengelolaan sampah di desa-desa di Tuban masih mengandalkan sistem kumpul-angkut-buang yang berisiko tinggi terhadap pencemaran lingkungan.
Dengan hadirnya TPST ini, proses pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah bisa dilakukan lebih sistematis dan ramah lingkungan.
Ketua Pengelola TPST D’Joyo Lestari, Syariful Anam, mengungkapkan harapannya agar kehadiran fasilitas ini tak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
“Kami ingin Desa Sawir jadi desa ramah lingkungan. Semoga TPST ini bisa memberi nilai ekonomi berkelanjutan untuk masyarakat,” kata Anam.
Peresmian ini menandai langkah penting dalam upaya menciptakan desa zero waste, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat dalam mengelola lingkungan secara mandiri dan produktif. (*)
















