Beranda Tuban – Warga Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, digegerkan dengan kasus pembacokan yang menewaskan seorang perangkat desa (Joyoboyo), Rabu (5/11/2025) pagi.
Pelaku berinisial W (50), diduga membacok korban R, perangkat Desa Jarorejo, hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban dibacok dua kali di dekat penampungan air. Pertama mengenai kepala, korban sempat bisa kabur ke rumah warga lalu dibacok kedua kalinya hingga nyawanya melayang.
Menurut keterangan Kanit Jatanras Satreskrim Polres Tuban, Ipda Moh. Rudi, motif di balik aksi pelaku diduga berkaitan dengan persoalan asmara. Pelaku saat melihat korban terbersit ingin membacok.
Baca Juga:
Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui korban diduga menjalin komunikasi intens dengan istri pelaku melalui aplikasi pesan singkat sejak 2024.
“Motif sementara adalah asmara. Korban dan istri pelaku diketahui berkomunikasi melalui WhatsApp. Namun, untuk motif perencanaan masih kami dalami,” jelas Ipda Rudi, Rabu (5/11/2025).
Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai satpam di pabrik semen di Tuban itu akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian setelah insiden tersebut.
Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD dr. R. Koesma Tuban untuk proses visum dan pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi kini masih melakukan pendalaman terkait unsur perencanaan dalam kasus ini.
W dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (*)
















