Beranda Tuban – Pemandangan tak biasa mewarnai Gedung Paripurna DPRD Tuban pada hari Jumat, 7 November 2025. Ruangan yang biasanya menjadi arena musyawarah kebijakan daerah, hari itu bertransformasi menjadi ruang kelas raksasa yang dipenuhi semangat belajar.
Sebanyak 120 guru dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA/K negeri swasta berkumpul untuk mengikuti workshop intensif bertajuk “Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) dan Pembelajaran Mendalam”.
Kegiatan ini merupakan buah sinergi strategis antara Ikatan Guru Indonesia (IGI), yang diwakili oleh IGI Tuban dan Wilayah Jawa Timur, dengan raksasa teknologi, PT EPSON Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan nasional untuk memastikan kompetensi guru Indonesia relevan di era disrupsi teknologi.
Baca Juga:
Didukung oleh stakeholder pendidikan di Bumi Wali yakni: Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban, Kementerian Agama Kabupaten Tuban, DPRD, MKKS SMP Negeri Kabupaten Tuban dan organisasi pendidikan.
Dukungan terhadap program ini terlihat jelas dari kehadiran jajaran pejabat. Siswo Suwarko, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Tuban, menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan adalah keniscayaan yang harus disambut dengan kesiapan.
“Kami menganggap pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial ini sebagai investasi krusial bagi Tuban. Mari kita kawal bersama program prioritas kementrian ini berjalan baik, pendidikan tidak boleh stagnan. Kehadiran ratusan guru di Gedung Paripurna ini menandakan keseriusan kita untuk mencetak generasi yang mampu bersaing, bukan sekadar konsumen, melainkan pencipta teknologi. Terima kasih kepada IGI dan EPSON yang telah menggelar kegiatan ini dengan baik,” tegas Siswo Suwarko, menekankan bahwa workshop ini adalah momen bersejarah bagi dunia pendidikan lokal.
Apresiasi serupa datang dari legislatif- DPRD. Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan – Purtono, IGI organisasi profesi guru yang konsen dalam peningkatan kompetensi guru, saya cek di internet banyak pelatihan-pelatihan yang diselenggaran oleh IGI. Ini bagus, untuk iklim pendidikan kita. Kita memastikan bahwa penguatan kompetensi digital juga menjangkau semua jenjang guru.
“Prinsipnya sama: kualitas pendidikan adalah hak semua siswa, termasuk di jenjang PAUD-SMA/K. Kami berterima kasih IGI dan Epson telah membawa program ini langsung ke Tuban, membantu guru-guru kami mengintegrasikan wawasan digital dengan nilai-nilai edukasi,” ujar Purtono.
Sebagai tuan rumah, Ikhwan Fahrudin, narasumber utama dalam pelatihan ini yang juga Ketua IGI Kabupaten Tuban, menyatakan bahwa workshop ini adalah wujud nyata komitmen IGI dalam sharing and growing together.
“Kami bangga Tuban menjadi bagian penting dari program nasional ini. Dukungan dari semua pihak di Bumi Wali dan utamanya EPSON menegaskan kembali bahwa semua pihak di Tuban dan nasional bergerak bersama untuk guru,” kata Fasilitator Koding dan Kecerdasan Artifisial Kemendikdasmen RI ini.
Bagian integral dari pelatihan ini adalah dukungan teknologi dari PT EPSON Indonesia. Hesti Astina, Manager Produk Marketing Visual Produk & T series PT EPSON Indonesia, menjelaskan bahwa komitmen perusahaan melampaui produk.
“Teknologi kami, terutama perangkat visual interaktif, dirancang untuk mempermudah guru dalam memvisualisasikan data kompleks dari Koding dan KA serta teknologi utama kami 3LCD yang menciptakan warna yang sesuai serta nyaman di mata. Tujuan kami adalah membuat konsep Deep Learning menjadi mudah dicerna dan menyenangkan. Epson berkomitmen mendukung IGI dalam mewujudkan lingkungan belajar yang benar-benar transformatif dan tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan para siswa dan pendidik,” tutup Hesti.
Kami mempunyai produk-produk yang mampu menunjang guru dalam melaksanakan pembelajaran bermakna dan menarik dengan teknologi kekinian. Bahwa EPSON selalu hadir dalam bagian insan pendidikan yang berkemajuan.
Dengan antusiasme 120 guru dan dukungan penuh dari berbagai pihak, workshop ini menandai satu babak baru dalam perjalanan pendidikan Tuban, menempatkan guru sebagai garda terdepan dalam penguasaan dan pengintegrasian teknologi canggih. (*)
















