Beranda Tuban – Ajang Junior Hacker Sobatkom Awards 2025 menjadi panggung unjuk kemampuan pelajar SMA/SMK di Tuban dalam memecahkan tantangan keamanan siber.
Digelar di Ruang Rapat Lantai 3 Mal Pelayanan Publik pada Kamis (20/11), kompetisi ini menghadirkan enam tim yang saling adu strategi, kecepatan, dan ketelitian dalam format Jeopardy Style CTF.
Persaingan berlangsung ketat sejak awal. Para peserta berlomba memecahkan pola, melacak jejak digital, hingga membongkar potongan kode untuk mengejar flag dari berbagai kategori soal.
Baca Juga:
Hasil akhirnya, Tim Anonymous dari SMK Negeri 3 Tuban tampil sebagai juara pertama dengan skor 4215 poin.
Keberhasilan ini menegaskan kemampuan mereka membaca celah digital sekaligus bergerak cepat dalam setiap tantangan.
Di bawahnya, Tim Titisan Sir Koko dari SMK Negeri 1 Tuban menyusul di posisi kedua dengan skor 3945 poin.
Sementara posisi ketiga diraih Tim SMATA Hacker dari SMA Negeri 1 Tambakboyo dengan 3375 poin.
Penanggung jawab Junior Hacker Sobatkom Awards 2025, Raga Yustia, menilai ajang ini sangat efektif sebagai ruang belajar bagi pelajar yang ingin memahami dasar keamanan siber.
“Kemampuan peserta berkembang pesat. Mereka mulai memahami karakter kompetisi CTF dan cara memecah persoalan digital secara terstruktur. Kami berharap pengalaman ini mendorong pelajar Tuban untuk terus mendalami literasi keamanan siber,” ujar Raga.
Kompetisi ini dibatasi untuk peserta dari jenjang SMA, SMK, dan MA sederajat, dengan format tim beranggotakan tiga orang.
Seluruh teknis dijelaskan melalui technical meeting, termasuk mekanisme skor dan alur pengerjaan soal.
Setiap flag memiliki tingkat kesulitan dan skor berbeda. Ketika dua tim mengumpulkan nilai sama, waktu menjadi pembeda utama.
Meski kesalahan pengiriman flag tidak mengurangi poin, seluruh aktivitas tetap dicatat sebagai bagian dari proses pengerjaan.
Ketatnya persaingan dan kemampuan peserta membaca celah digital menunjukkan bahwa pelajar Tuban semakin siap menghadapi kebutuhan keahlian di bidang keamanan siber.
Ajang ini sekaligus membuka ruang tumbuhnya talenta muda yang melek teknologi dan paham struktur pertahanan siber modern. (*)
















