Beranda Tuban – Hujan deras disertai angin kencang dan puting beliung melanda wilayah Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Senin (8/12/2025) sore. Bencana alam tersebut menyebabkan ratusan rumah warga, fasilitas umum, hingga satu sekolah mengalami kerusakan. Aliran listrik di sejumlah titik juga padam total setelah gardu dan kabel jaringan rusak tertimpa pohon tumbang.
Kepala BPBD Tuban, Sudarmaji, menyampaikan bahwa peristiwa terjadi menjelang waktu salat ashar. Hingga kini laporan kerusakan masih terfokus di Kecamatan Semanding.
“Saat ini laporan dari warga yang masuk berada di Kecamatan Semanding. Untuk wilayah lain belum ada laporan,” ujarnya saat meninjau lokasi bersama Camat Semanding.
Baca Juga:
Sebanyak tujuh desa terdampak langsung, yakni Penambangan, Bektiharjo, Prunggahan Wetan, Prunggahan Kulon, Tegalagung, Semanding, dan Kelurahan Gedongombo. Pohon-pohon tumbang melintang di jalan dan menimpa kabel listrik, sehingga akses transportasi sempat terhambat dan listrik padam di beberapa wilayah.
“Banyak pohon tumbang, bahkan ada yang mengenai kabel-kabel listrik dan masuk ke badan jalan,” tambah Sudarmaji.
Petugas BPBD bersama instansi terkait kini memprioritaskan evakuasi pohon tumbang untuk membuka akses jalan utama. Sementara itu, tim PLN tengah memperbaiki gardu serta jaringan listrik yang rusak akibat terjangan angin.
“Untuk jumlah rumah terdampak masih dalam proses asesmen. Besok akan kami rilis data resminya,” jelas Sudarmaji.
Relawan juga dikerahkan untuk mengecek kondisi rumah-rumah warga yang terdampak. Kegiatan kerja bakti massal dijadwalkan dilakukan pada esok hari.
Selain permukiman warga, satu bangunan sekolah turut mengalami kerusakan cukup parah. SMA Negeri 2 Tuban menjadi fasilitas pendidikan yang terdampak setelah puting beliung kembali menerjang kawasan Kecamatan Tuban pada sore harinya, sekitar pukul 15.37 WIB.
Kepala sekolah, Samsuri, mengatakan bahwa angin datang tiba-tiba dengan hembusan sangat kuat.
“Hembusan anginnya kuat sekali, dan satu ruang kelas, kelas X I, mengalami kerusakan paling parah. Beberapa genteng juga rusak,” ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa. Seluruh siswa sudah pulang karena hari itu merupakan hari terakhir UAS.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Anak-anak sudah pulang,” tambahnya.
Pihak sekolah mengaku telah melakukan langkah antisipasi, termasuk menebang sejumlah pohon berisiko. Namun kekuatan angin kali ini melebihi perkiraan.
“Kami sudah melakukan penebangan pohon sebagai langkah antisipasi. Namun angin kali ini cukup besar,” jelas Samsuri.
Saat ini pihak sekolah masih melakukan inventarisasi kerusakan, termasuk memeriksa instalasi listrik. Para siswa rencananya akan kerja bakti membersihkan ruang-ruang sekolah agar kegiatan belajar dapat kembali normal.
Baik warga maupun pihak sekolah berharap perbaikan dapat dilakukan secepatnya. Selain memulihkan aktivitas masyarakat, pemulihan jaringan listrik dan fasilitas pendidikan dinilai penting agar kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu lebih lama. (*)
















