Beranda Tuban – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tingkis Singgahan, dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Singgahan dan sekitarnya, resmi menghentikan sementara operasional masak mulai Senin, 15 Desember 2025.
Penghentian ini diduga kuat akibat dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat yang belum dicairkan, serta adanya persoalan terkait kelayakan dapur.
Informasi penutupan sementara tersebut disampaikan pengelola dapur SPPG Tingkis melalui grup WhatsApp penerima manfaat, yang menyebutkan bahwa operasional MBG per 15 Desember 2025 dihentikan sementara waktu.
Baca Juga:
Berdasarkan pantauan di lapangan, Senin (15/12/2025), dapur SPPG Tingkis tampak tertutup rapat. Kondisi ini berbeda dari dapur MBG pada umumnya yang cenderung terbuka dan mudah diakses publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas program.
Sejumlah penerima manfaat membenarkan bahwa dapur MBG tersebut tidak beroperasi, sesuai informasi yang beredar di media sosial dan grup pesan instan.
Dapur SPPG Tingkis diketahui berlokasi di jalan raya Tingkis Singgahan–Bojonegoro, dekat dengan aliran sungai.
Meski bangunannya berukuran relatif kecil, dapur ini sejak Agustus 2025 telah melayani sekitar 3.900 siswa dari berbagai jenjang pendidikan serta penerima B3, meski jumlah tenaga kerjanya tidak pernah dipublikasikan secara terbuka.
Upaya konfirmasi kepada Kepala SPPI/SPPG Tingkis Singgahan, Singgih Bekti Nugroho, hingga berita ini diturunkan belum membuahkan hasil.
Yang bersangkutan tidak merespons pesan konfirmasi dan bahkan menolak panggilan telepon wartawan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Singgih Bekti Nugroho diketahui pernah maju sebagai calon legislatif Pemilu 2024 melalui Partai Golkar, dan saat ini tercatat sebagai bagian dari struktur pelaksana Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat Kecamatan Singgahan.
Salah satu siswa SMPN Singgahan berinisial N mengaku telah menerima pemberitahuan terkait penutupan sementara dapur MBG tersebut. Ia menilai penghentian distribusi tidak terlalu menjadi persoalan.
“Dapat atau tidak itu tidak masalah. Kalau boleh milih, lebih baik cari SPPG lain yang menunya lebih menarik,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu wali murid berinisial S berharap agar program MBG tetap dapat berjalan lancar karena dinilai sangat membantu meningkatkan semangat belajar anak-anak. Namun ia juga menyoroti adanya aturan ketat saat distribusi MBG di sekolah.
“Anak-anak kadang diminta tidak membawa HP dan harus dikumpulkan. Petugas memang semangat, tapi anak-anak sampai terpaksa menyapa karena takut. Ini menunjukkan mereka sebenarnya antusias,” tuturnya.
Sebelumnya, beredar tangkapan layar permintaan maaf dari pihak SPPG Tingkis Singgahan di grup WhatsApp yang menyebutkan bahwa penghentian sementara operasional terjadi akibat keterlambatan pencairan dana dari BGN.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak BGN maupun pengelola SPPG Tingkis terkait kepastian kapan operasional MBG akan kembali berjalan. (*)
















