Beranda Tuban – Kepala Kantor KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Capt Subuh Fakkurohman, memimpin langsung proses evakuasi kapal tanker MT Abigail W yang mengalami kandas di perairan Tuban, Kamis (22/1/2026).
Evakuasi kapal dijadwalkan berlangsung pada malam hari pukul 22.00 WIB, menyesuaikan kondisi pasang laut tertinggi. Sementara itu, persiapan personel dan peralatan telah dilakukan sejak pukul 19.00 WIB. Sebelumnya, rapat teknis evakuasi dilaksanakan secara maraton mulai pukul 12.00 WIB hingga 17.00 WIB guna memastikan kelancaran operasi.
Sebanyak 10 petugas KSOP Kelas III Tanjung Pakis diterjunkan dalam kegiatan ini. Selain itu, dua kapal tunda yakni Tug Boat Ratu Harbour dan TB Maiden Power milik Pertamina Port and Logistic Tuban turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.
Baca Juga:
Insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika MT Abigail W, kapal tanker berbendera Indonesia, berlayar dari Pelabuhan Merak menuju Terminal Khusus (Tersus) Pertamina Patra Niaga Tuban. Crew kapal melaporkan kepada pihak marine Tersus Patra Niaga bahwa kapal mengalami larat hingga akhirnya kandas sekitar 60 meter dari bibir Pantai Panduri.
Setelah menerima laporan tersebut, kapal segera meminta bantuan asistensi untuk proses evakuasi.
Data Kapal
Nama Kapal: MT Abigail W
Jenis: Kapal Tangki Minyak Baja
Bendera: Indonesia
Tonase: 1.738 GT
Nakhoda: Muhammad Harun Sinaga
Pemilik/Agen: PT Pertamina Trans Kontinental
Jumlah Crew: 15 orang
Manifest: Nihil
KSOP Kelas III Tanjung Pakis berkoordinasi dengan PT Pertamina Trans Kontinental, operator Tersus Pertamina Patra Niaga, serta BUP Pertamina Port and Logistic. Dalam rencana penanganan lanjutan, kapal akan dievakuasi menggunakan Kapal Tunda TB Transco Dara 3205 dan selanjutnya disandarkan di Dermaga 4 TPPI.
Unsur yang terlibat dalam penanganan antara lain: KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Tersus PT Pertamina Patra Niaga, Agen PT Pertamina Trans Kontinental, BUP Pertamina Port and Logistic, Polairud, dan TNI AD.
Dalam insiden ini tidak terdapat korban jiwa, kerugian material, maupun pencemaran lingkungan. Dugaan sementara penyebab kandasnya kapal adalah gelombang laut setinggi 2 meter disertai kecepatan angin mencapai 35 knots.
Pihak KSOP berharap kondisi cuaca tetap mendukung agar proses evakuasi MT Abigail W dapat berjalan aman dan lancar sesuai rencana.(*)
















