Mengenal HW Group dan Outlet 23, Bisnis Minuman yang Ditolak Muhammadiyah di Tuban

Editor

Hiburan

Outlet 23 memfokuskan usahanya pada penjualan minuman beralkohol, dengan target pasar utama kalangan dewasa muda. (Foto/dok. Istimewa)

Beranda Tuban – Nama HW Group (HWG) atau yang sebelumnya dikenal sebagai Holywings Group kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, bukan karena ekspansi bisnis hiburan atau konser musik, melainkan akibat penolakan rencana pendirian Outlet 23 HWG di Kabupaten Tuban oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat.

Penolakan tersebut membuka diskursus luas mengenai model bisnis HWG, khususnya Outlet 23, serta relevansinya dengan karakter sosial dan budaya daerah religius seperti Tuban.

Outlet 23 atau dikenal juga sebagai Outlet 23 by Holywings merupakan unit usaha bottle shop yang berada di bawah naungan HW Group (PT Aneka Bintang Gading). Bisnis ini didirikan oleh Ivan Tanjaya dan Eka Setia Wijaya, dua figur sentral di balik jaringan hiburan Holywings.

Outlet 23 memfokuskan usahanya pada penjualan minuman beralkohol, dengan target pasar utama kalangan dewasa muda. Dalam berbagai kesempatan, bisnis ini dipromosikan sebagai bagian dari strategi ekspansi agresif HW Group, bahkan disebut menargetkan ratusan hingga seribu cabang di seluruh Indonesia.

Sejumlah figur publik juga diketahui terlibat sebagai investor maupun mitra promosi. Hotman Paris Hutapea kerap menyebut Outlet 23 sebagai bagian dari portofolio pengembangan HW Group, sementara Nikita Mirzani juga dikenal dekat dengan ekosistem bisnis hiburan Holywings.

HW Group sendiri merupakan kelompok usaha besar di sektor gaya hidup (lifestyle) dan hiburan malam. Hingga kini, HWG menaungi sedikitnya delapan jenama bar dan kelab malam, di antaranya: Helen’s Live Bar, Gold Dragon Bar, Golden Tiger Club, W Superclub, Pentagon Club, Phoenix Gastro Bar, Rocca Osteria & Bar, dan Atlas Beach Fest.

Jaringan bisnis HW Group tersebar di berbagai kota besar seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Makassar, Medan, Pekanbaru, hingga Bali. Selain itu, HWG juga rutin menggelar Holyfest, festival musik tahunan berskala nasional dan internasional yang dipusatkan di Bali.

Rencana pendirian Outlet 23 HWG di Tuban memicu reaksi keras dari masyarakat, khususnya organisasi keagamaan. PDM Muhammadiyah Kabupaten Tuban secara resmi menyatakan penolakan melalui surat tertanggal 28 Januari 2025 yang ditujukan kepada Bupati Tuban.

Dalam pernyataannya, Muhammadiyah menyoroti materi promosi Outlet 23 di media sosial yang dinilai agresif dan berpotensi menyasar generasi muda. Kekhawatiran semakin besar karena lokasi outlet disebut berdekatan dengan sejumlah lembaga pendidikan.

“Keberadaan outlet penjualan minuman beralkohol di sekitar kawasan pendidikan berpotensi menimbulkan dampak sosial yang kurang kondusif, baik dari aspek perlindungan anak dan remaja, ketertiban umum, maupun penciptaan lingkungan yang aman, sehat, dan edukatif,” tulis PDM Muhammadiyah Tuban.

Sebagai daerah yang dikenal religius dan berbudaya kuat, Tuban dinilai memiliki tanggung jawab menjaga arah pembangunan agar selaras dengan nilai moral dan kearifan lokal. Bagi Muhammadiyah, persoalan ini tidak berhenti pada aspek legalitas atau perizinan usaha semata, tetapi menyangkut dampak sosial jangka panjang.

Isu tersebut juga dikaitkan dengan visi nasional Generasi Emas 2045, di mana pembangunan daerah diharapkan mampu melahirkan generasi unggul secara intelektual, kuat secara moral, serta sehat jasmani dan rohani.

Atas dasar itu, PDM Muhammadiyah Tuban secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Tuban meninjau ulang rencana pendirian Outlet 23 HWG, dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat luas.

Sikap tegas Muhammadiyah Tuban menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial dan budaya masyarakat. Di tengah arus liberalisasi bisnis dan perubahan gaya hidup, penolakan terhadap Outlet 23 HWG menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara investasi, nilai moral, dan masa depan generasi muda.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua PDM Muhammadiyah Tuban Drs. Masrukin, M.A. dan Sekretaris Edi Utomo, S.Pd., M.M., serta ditembuskan kepada DPRD Tuban, Kapolres Tuban, dan DPM-PTSP Kabupaten Tuban. (*)

Terpopuler

Pengendara Honda Vario Tewas Usai Jatuh Menghindari Jalan Rusak di Tuban

Editor

Beranda Tuban – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di wilayah hukum Polres Tuban pada hari Jumat pagi, 01 Agustus 2025. ...

Curi Diesel Traktor di Persawahan Tuban, Pelaku Jual Barang Curian Lewat Facebook, 2 DPO Diburu

Editor

Beranda Tuban – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban berhasil mengamankan pelaku pencurian diesel traktor di area persawahan Desa Tengger, ...

Kasus Penipuan Pelunasan Hutang Fiktif dengan SBKKN BRI Tuban, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Editor

Beranda Tuban – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban melalui Unit Tindak Pidana Ekonomi mengungkap kasus penipuan berkedok program pelunasan ...

Parenting KB-RA Muslimat NU Salafiyah Merakurak Tuban: Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Lindungi Generasi Emas dari Zat Adiktif

Editor

Beranda Tuban – KB-RA Muslimat NU Salafiyah Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban menggelar kegiatan parenting yang bertujuan untuk memberikan edukasi bagi ...

Rotasi Besar di Pemkab Tuban, 8 Pejabat Tinggi Dilantik Mas Lindra Hari Ini

Editor

Beranda Tuban – Suasana Pendapa Kridha Manunggal, Kamis (31 Juli 2025), terasa khidmat saat Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, memimpin ...

Kecelakaan Maut di Rengel Tuban, Pengendara Asal Bojonegoro Meninggal di Puskesmas

Editor

Beranda Tuban – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 06.45 WIB di Jalan Pakah-Soko, Desa Maibit, ...

Tinggalkan komentar