Beranda Tuban – Himpunan Mahasiswa Administrasi Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban (Himadkesnu) menggelar kegiatan “Rencana Tindak Lanjut (RTL) Jurnalistik” pada Kamis, 12 Februari 2026 di Kampus A Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban (IIKNU) Tuban.
Kegiatan ini mengusung tema “Jurnalis Muda Tegakkan Edukasi Kesehatan Dengan Kekuatan Literasi Digital” sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam menguatkan peran edukasi kesehatan berbasis media digital.
RTL menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang jurnalistik, yakni Ali Imron selaku penanggung jawab portal berita Berandaonline.id serta M. Saiful, jurnalis Duta.co. Keduanya memberikan penguatan materi sekaligus arahan teknis terkait rencana tindak lanjut pasca pelatihan jurnalistik yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Baca Juga:
Ketua pelaksana RTL, Nikma Choirotul Mahmuda, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari program pelatihan jurnalistik yang telah digelar Himadkesnu. RTL difokuskan pada pematangan konsep karya, sistematika penulisan, serta penyusunan timeline penerbitan buku perdana organisasi.
“RTL ini menjadi langkah konkret setelah pelatihan jurnalistik. Kami ingin memastikan semangat menulis anggota tetap terjaga hingga mampu menghasilkan karya nyata berupa buku,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Nikma menjelaskan sejumlah poin penting, di antaranya gambaran proyek RTL, penjelasan teknis pelatihan jurnalistik lanjutan, hingga timeline proses penyusunan buku yang dirancang selama tiga bulan ke depan.
Sebanyak 20 anggota Himadkesnu akan terlibat aktif dalam proses penulisan buku perdana tersebut. Proyek ini direncanakan digarap secara serius dan terstruktur, mulai dari tahap pengumpulan ide, penulisan naskah, proses editing, hingga finalisasi penerbitan.
Buku yang tengah disiapkan ini menjadi bagian dari visi besar bertajuk “HIMA Literasi Digital”. Melalui visi tersebut, Himadkesnu ingin mendorong mahasiswa Administrasi Kesehatan agar tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen literasi digital yang aktif mengedukasi masyarakat terkait isu-isu kesehatan.
Kegiatan RTL diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya jurnalis muda kampus yang kritis, solutif, dan adaptif terhadap perkembangan media digital. Dengan tahapan program yang berkelanjutan, Himadkesnu optimistis target penerbitan buku dalam kurun waktu tiga bulan dapat terealisasi sesuai rencana. (*)















