Tuban, berandaonline.id – Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban menggelar kegiatan Visiting Professor bersama akademisi asal Malaysia, Assoc. Professor Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hall Lantai 2 Gedung Rektorat UNIROW tersebut mengangkat tema “Artificial Intelligence for Research Excellence and International Collaboration in Higher Education.”
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Shukor membagikan wawasan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi, penelitian, hingga kesiapan sumber daya manusia menghadapi era Industri 5.0.
Baca Juga:
Acara ini dihadiri Ketua, Pengurus dan Pengawas PPLP-PT PGRI Tuban, Rektor UNIROW, pejabat struktural, dosen, hingga mahasiswa. Selain itu, turut hadir tim dari Applied Computing and Technology Research Group, Faculty of Computer and Mathematical Sciences, UiTM Malaysia.
Rektor UNIROW, Prof. Dr. Warli, M.Pd menjelaskan, perkembangan AI saat ini menjadi faktor penting yang mendorong transformasi pendidikan di berbagai negara.
Menurutnya, meskipun konsep AI telah dikenal sejak tahun 1950-an, perkembangan teknologi dalam satu dekade terakhir telah membawa perubahan besar terhadap sistem pembelajaran, penelitian, hingga tata kelola institusi pendidikan.
“AI saat ini memiliki peran luar biasa dalam proses pembelajaran. Teknologi ini membantu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, sekaligus mendukung manajemen pendidikan menjadi lebih profesional,” ujar Prof. Warli.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI juga mampu memperluas akses pendidikan, terutama bagi wilayah yang memiliki keterbatasan sumber daya. Namun demikian, tantangan pemerataan akses teknologi dan peningkatan literasi digital masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Teknologi AI hanya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mereka yang memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Karena itu, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting di masa depan,” tambahnya.
Kegiatan Visiting Professor dibagi dalam beberapa sesi. Pada sesi pertama, kegiatan dikemas dalam seminar akademik bagi dosen dengan tema “Artificial Intelligence for Research Excellence and International Collaboration in Higher Education.”
Dalam sesi ini, Prof. Shukor membahas berbagai topik strategis terkait pemanfaatan AI dalam pendidikan tinggi dan penelitian. Mulai dari penyusunan proposal hibah, Systematic Literature Review (SLR), analisis data penelitian, hingga penulisan artikel ilmiah.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai etika penggunaan AI dalam publikasi akademik, strategi meningkatkan publikasi bereputasi internasional seperti Scopus dan Web of Science (WoS), hingga peluang membangun kolaborasi penelitian internasional.
Menurut Prof. Shukor, kehadiran AI telah mengubah cara peneliti bekerja. Jika sebelumnya proses penulisan artikel ilmiah membutuhkan waktu hingga beberapa bulan, kini berbagai tahapan penelitian dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa AI tidak boleh membuat akademisi bergantung sepenuhnya pada teknologi.
“AI adalah alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis. Karena itu penggunaannya harus tetap diimbangi dengan kompetensi akademik dan pedagogik yang kuat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, UNIROW berharap kapasitas dosen dalam melakukan riset berbasis AI semakin meningkat sekaligus membuka peluang kerja sama internasional dengan UiTM Malaysia.
Kedua institusi juga berencana menindaklanjuti kolaborasi melalui penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) maupun Implementation Arrangement.
Pada sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama pimpinan universitas.
Dalam forum tersebut, UNIROW dan UiTM membahas berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari pertukaran mahasiswa dan staf, joint publication, joint research grant, sharing teaching, kolaborasi perkuliahan, pengabdian masyarakat, hingga keterlibatan sebagai reviewer jurnal ilmiah.
Selain itu, kedua institusi juga membahas peluang penyelenggaraan kompetisi mahasiswa dan partisipasi dalam panel presentasi hasil riset mahasiswa pascasarjana.
Sesi terakhir diperuntukkan bagi mahasiswa dengan tema “Preparing Future Graduates for the AI and Industry 5.0 Era.”
Dalam pemaparannya, Prof. Shukor menjelaskan berbagai perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan AI. Ia menyoroti pentingnya keterampilan yang harus dimiliki lulusan tahun 2030, pemanfaatan AI sebagai alat belajar dan pengembangan karier, pembangunan personal branding, hingga penyusunan portofolio digital.
Mahasiswa juga diajak memahami pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami peluang dan tantangan AI sekaligus meningkatkan motivasi belajar untuk menghadapi dunia kerja masa depan.
Pihak UNIROW menilai kehadiran Prof. Shukor tidak hanya memberikan wawasan akademik terkait AI, tetapi juga menjadi langkah awal memperkuat jejaring internasional dalam bidang riset, publikasi bersama, pertukaran dosen, hingga pengabdian masyarakat.
Selama berada di Tuban, Prof. Shukor mengaku terkesan dengan sejarah dan budaya lokal. Menurutnya, Tuban memiliki nilai historis penting sebagai salah satu pintu awal penyebaran Islam di Pulau Jawa yang kaya akan warisan para wali. (Red/Ron)
















