Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) terus memperkuat posisi Indonesia dalam pasar semen global melalui pengoperasian fasilitas ekspor terintegrasi di Tuban, Jawa Timur. Langkah strategis ini menandai kemampuan industri semen nasional dalam memenuhi standar kualitas ketat yang berlaku di Pantai Barat Amerika Serikat, salah satu pasar konstruksi paling kompetitif di dunia.
Fasilitas ekspor yang memiliki kapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun tersebut dikembangkan melalui kolaborasi strategis antara PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan Taiheiyo Cement Corporation. Setelah berhasil melakukan pengiriman perdana ke Amerika Serikat pada akhir Mei 2026, perusahaan menargetkan volume ekspor mencapai 450 ribu metrik ton (MT) pada tahun pertama operasional.
Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan fasilitas ekspor di Tuban menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan kelebihan kapasitas industri semen domestik.
Baca Juga:
“Fasilitas ekspor Tuban merupakan langkah strategis Perusahaan untuk meningkatkan utilitas, memperluas pasar, dan mendorong pertumbuhan melalui ekspor. Didukung fasilitas terintegrasi serta sinergi dengan SIG dan Taiheiyo Cement Corporation, Solusi Bangun Indonesia siap menghadirkan pasokan semen tipe khusus yang berkualitas dan andal bagi pelanggan di pasar internasional,” ujar Rizki dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi berandaonline.id, Senin (15/6/2026).
Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat tidak lepas dari kemampuan SMCB memproduksi semen khusus yang memenuhi standar teknis internasional. Produk yang diekspor dari Tuban telah memenuhi standar ASTM C-150 Tipe II/V, yaitu semen tahan sulfat yang dirancang untuk menghadapi karakteristik tanah dan lingkungan konstruksi di kawasan Pantai Barat Amerika Serikat.
Vice President and Representative Director Taiheiyo Cement Corporation, Shinji Fukami, menegaskan bahwa kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan pasar konstruksi Amerika Serikat.
“Selain memperluas akses ke pasar ekspor, kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan utilisasi dan menghasilkan devisa negara, sehingga turut berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Produk yang diekspor merupakan semen yang memenuhi standar semen Amerika Serikat, ASTM C-150 Tipe II/V yaitu semen tahan sulfat yang sesuai dengan kondisi tanah di Pantai Barat Amerika Serikat. Kami telah memastikan teknologi manufaktur Solusi Bangun Indonesia mampu memproduksinya,” kata Shinji Fukami.
Fasilitas ekspor SMCB di Tuban didukung infrastruktur modern yang terintegrasi dari pabrik hingga dermaga. Terminal ekspor tersebut mampu melayani kapal hingga 50.000 DWT dan dilengkapi tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam.
Sistem tersebut memungkinkan proses pengiriman semen dilakukan langsung dari area produksi menuju kapal tanpa banyak tahapan penanganan tambahan. Integrasi fasilitas produksi, silo penyimpanan, conveyor, dan ship loader juga mendukung efisiensi logistik sekaligus menjaga kontinuitas pasokan dalam jumlah besar.
Teknologi ship loader yang digunakan menerapkan sistem penanganan material tertutup sehingga proses pemuatan semen menjadi lebih bersih, aman, dan ramah lingkungan. Sistem ini mampu meminimalkan potensi emisi debu selama proses pemuatan ke kapal serta mendukung fleksibilitas layanan terhadap berbagai jenis kapal ekspor.
Selain fokus pada efisiensi operasional, SMCB juga menerapkan sistem pengendalian mutu berlapis mulai dari proses produksi, penyimpanan, hingga pemuatan ke kapal. Standar keselamatan kerja diterapkan secara ketat di seluruh area operasional, termasuk pabrik, jalur conveyor, dan dermaga.
Melalui fasilitas ekspor Tuban, SMCB semakin memperkuat perannya dalam rantai pasok industri bahan bangunan global. Keberhasilan menembus standar ketat pasar Amerika Serikat menjadi bukti bahwa industri semen Indonesia mampu bersaing di pasar internasional sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan devisa dan daya saing ekspor nasional.
Editor: berandaonline.id
















