Beranda Tuban – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi elemen vital dalam mendukung suksesnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Tidak hanya menjamin pemenuhan gizi anak-anak sekolah, keberadaan SPPG juga berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Hal ini terlihat dari pembangunan dua dapur umum SPPG di Desa Kepohagung dan Magersari, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Kedua dapur tersebut berhasil menyerap puluhan tenaga kerja dari warga sekitar, membuka peluang kerja baru, sekaligus mengurangi angka pengangguran di desa.
Tri Astuti, mitra kerja SPPG di Kecamatan Plumpang sekaligus anggota DPRD Tuban, mengungkapkan bahwa setiap dapur SPPG membutuhkan sekitar 50 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, hanya tiga orang yang berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tenaga inti, yakni Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan. Sisanya berasal dari masyarakat setempat.
Baca Juga:
“Kita kemarin sudah melakukan rekrutmen. Alhamdulillah semua pekerja berasal dari warga sekitar dapur SPPG. Kecuali tiga orang dari BGN,” jelas Astuti, Sabtu (16/8).
Menurut Astuti, ini menjadi bukti bahwa SPPG tak hanya menjamin keberlangsungan gizi generasi muda, tetapi juga menghidupkan roda ekonomi desa. Dengan minimal 47 pekerja lokal di setiap dapur, maka potensi serapan tenaga kerja akan mencapai ratusan, bahkan ribuan orang jika dapur SPPG diperluas secara nasional.
Meski didominasi pekerja lokal, kualitas dan standar pelayanan dapur SPPG tetap dijaga ketat. Tri Astuti menegaskan bahwa seluruh pekerja telah diberi pelatihan dan pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsinya masing-masing, terutama dalam menjaga kebersihan dan kualitas makanan.
“Kami tekankan kepada pekerja untuk disiplin, patuh pada tata tertib, serta menjaga kebersihan diri dan peralatan. Kebersihan ini mutlak hukumnya,” tegasnya.
Seluruh proses operasional dapur juga harus mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dari BGN, mulai dari pemilihan bahan makanan, pengolahan, pencucian, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat Program MBG.
Astuti menambahkan, Kecamatan Plumpang diproyeksikan akan memiliki lima hingga enam dapur SPPG untuk mencakup sekolah-sekolah dari jenjang SD hingga SMA di wilayah tersebut. Namun, saat ini baru dua dapur yang berhasil dibangun, sementara lainnya masih dalam proses pengajuan.
“Kalau di Plumpang dan sekitarnya ini butuh 5 sampai 6 dapur SPPG. Sementara ini baru kita bangun dua dapur,” ujarnya.
Sebagai kader Partai Gerindra, Astuti juga berharap bahwa keberadaan dapur SPPG tidak hanya sukses dalam pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberi efek positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. (*)
















