Beranda Tuban – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tuban terus memperkuat komitmennya menghadirkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) yang semakin cepat, mudah, dan dekat dengan masyarakat.
Sejumlah inovasi strategis berhasil diluncurkan dan menunjukkan dampak signifikan sepanjang 2025, di antaranya Cedak Mas, Bahtera Kita, Lapor PAK, PAK Tama, Pelangi Biru, serta perluasan kemitraan KIA bersama pelaku usaha di Tuban.
Kepala Disdukcapil Tuban, Agung Triwibowo, S.E., MM., menegaskan bahwa seluruh inovasi tersebut lahir dari kebutuhan nyata masyarakat.
Baca Juga:
“Kami menyusun inovasi dari masalah di lapangan. Masyarakat membutuhkan layanan yang cepat, mudah, dan tidak berbelit. Itulah yang kami hadirkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor mulai dari kecamatan, faskes, Kemenag hingga pelaku usaha agar program berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, Prapti Mangajoeningtyas, SST, MM., memaparkan bahwa Cedak Mas menjadi inovasi dengan dampak paling signifikan.
Program ini menghadirkan layanan adminduk di tingkat kecamatan dan melalui mobil keliling ke desa-desa.
Dampaknya terlihat nyata dari lonjakan layanan sepanjang 2025:
– Rekam KTP: 5.218 → 12.033
– Penerbitan KTP: 14.416 → 57.892
– KK: 10.362 → 56.336
– KIA: 1.658 → 6.087
– SKPWNI Keluar: 2.046 → 10.017
– SKPWNI Masuk: 1.217 → 5.613
– Akta 1–18 tahun: 2.245 → 9.550
– Akta >18 tahun: 279 → 1.208
– Akta kematian: 1.289 → 6.764
Inovasi Bahtera Kita yang terintegrasi dengan 33 puskesmas, 6 rumah sakit, dan 2 klinik memungkinkan pengurusan Akta Kelahiran, KK, dan KIA langsung dari fasilitas kesehatan.
Pengajuan layanan meningkat drastis: 2024: 1.417 pengajuan dan di tahun 2025: 2.421 pengajuan.
Capaian akta kelahiran hingga Oktober 2025 bahkan menembus 97,23%, melampaui target Rentra. Program ini juga meraih Juara Terinovatif 1 Kategori Inovasi Perangkat Daerah Tubernova Award 2025.
Sementara itu, Inovasi Lapor PAK memperkuat pengawasan internal melalui laporan digital pelayanan dari seluruh kecamatan.
Penggunaannya meningkat dari: 2024: 1.263 laporan dan di 2025: 2.421 laporan. Sistem ini memastikan standar layanan seragam di seluruh wilayah Tuban.
Untuk kelompok Wredatama, Disdukcapil menghadirkan PAK Tama yang memberikan kemudahan pembaruan KK, KTP elektronik, dan dokumen lainnya bagi pensiunan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Anak-anak menjadi sasaran penting melalui kemitraan KIA dengan berbagai pelaku usaha. Saat ini terdapat 6 mitra, yaitu: Yennis’s Cake, Swimming Pool Pahlawan, Laboratorium Populer, Barudak Jawi, Rumah Sunat Tuban, dan Level Playground.
Jumlah mitra akan terus bertambah sehingga manfaat KIA makin terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui integrasi dengan 20 KUA, data pernikahan langsung diinput ke aplikasi Pelangi Biru setelah akad. Status perkawinan pada KTP dan KK dapat berubah menjadi Kawin hanya dalam waktu singkat.
Sejak diluncurkan Juli 2025, layanan ini telah dimanfaatkan lebih dari 1.108 pasangan.
Di bawah kepemimpinan Agung Triwibowo, Disdukcapil Tuban menegaskan akan terus memperluas inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Harapannya inovasi ini membuat Disdukcapil semakin siap dan lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)
















