Beranda Tuban – Gangguan kesehatan mental pada remaja kini menjadi isu global yang semakin mendapat perhatian. Menurut laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1 miliar orang di dunia menderita gangguan kesehatan mental, dengan lebih dari 28% remaja mengalami gangguan kecemasan.
Di Indonesia, masalah ini juga menjadi perhatian serius karena dampaknya terhadap prestasi akademik dan kreativitas siswa.
Kesehatan mental pada remaja, khususnya yang berusia 12-18 tahun, sangat rentan dipengaruhi oleh fase perkembangan yang penuh gejolak.
Baca Juga:
Ciptari Dhienda Aurellya, psikolog klinis yang berfokus pada kesehatan mental remaja dan perempuan, mengungkapkan bahwa remaja pada usia ini sedang mengalami “fase badai” atau storm, sebuah periode transisi dari dunia anak-anak menuju dewasa yang penuh dengan tantangan emosional.
“Pada fase ini, remaja juga sedang mencari jati diri dan peran mereka dalam lingkungan sosial terdekat. Jika mereka tidak mendapatkan bimbingan yang tepat, mereka rentan terhadap tekanan dari berbagai aspek, termasuk keluarga, teman, hingga lingkungan akademik,” kata Dhienda pada kegiatan Grass Root Refinery (GRR) Tuban Goes to School 2025 di SMA Manbail Huda, Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, pada Senin (22/09/2025).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh PRPP ini mendapat respon positif dari siswa. Salah satu peserta, Silvi, siswi kelas XII SMA Manbail Huda, mengungkapkan bahwa sosialisasi kesehatan mental ini sangat penting untuk membuka wawasan mengenai pentingnya kesehatan mental.
“Kegiatan ini membantu saya mengenal diri sendiri dan mempersiapkan mental untuk menghadapi tantangan di masa depan,” ungkap Silvi.
Salma, siswi lainnya, juga menambahkan bahwa kegiatan ini mengajarkan cara mengatasi masalah dengan cara yang positif, yang tentunya penting untuk mendukung kesejahteraan mental mereka.
“Melalui kegiatan ini, saya belajar bagaimana cara merespons permasalahan dengan sikap yang lebih bijaksana,” tambah Salma.
PRPP Komitmen dalam Pengembangan Generasi Muda TubanDalam kesempatan yang sama, Yuli Witantra, Senior Officer CSR PRPP, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung perkembangan generasi muda di sekitar area proyek GRR Tuban.
“Generasi muda di Tuban adalah aset penting untuk pembangunan masa depan. Gangguan kesehatan mental adalah ancaman serius yang bisa menghambat potensi mereka. Kami ingin memastikan mereka tumbuh dengan sehat, baik fisik maupun mental,” ujar Yuli.
Selain itu, Vladislav Smetanin, Manager Compliance PRPP, juga memperkenalkan proyek GRR Tuban kepada siswa sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan dan kesehatan mental di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, Sandi Dumara, Manager HSSE Petrochemical Complex PRPP, memberikan materi terkait cara-cara membangun ketahanan mental untuk menghadapi stres. Materi ini sangat penting bagi siswa agar dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen PRPP untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB No. 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta TPB No. 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Kegiatan GRR Tuban Goes to School tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan kesehatan mental kepada siswa, tetapi juga untuk memberikan mereka keterampilan dan pengetahuan yang berguna untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat.
Kegiatan ini juga diselenggarakan di SMK Manbail Futuh, Desa Beji, pada Selasa (23/09/2025), dengan lebih dari 170 siswa yang berpartisipasi. Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan PRPP dalam mendukung pengembangan pendidikan dan kesejahteraan mental remaja di daerah sekitar proyek GRR Tuban. (*)
















