Beranda Surabaya – Enam pelajar asal Kabupaten Tuban resmi dilantik menjadi Duta Kamtibmas Jawa Timur, Selasa (30/9/2025), dalam acara yang digelar di Hotel Mercure Surabaya.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce, mewakili Kapolda Jatim.Selain dibekali materi seputar keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), para pelajar juga mendapatkan pelatihan mapping psikologi, sebuah metode untuk mengidentifikasi potensi gangguan dan permasalahan sosial di lingkungan sekolah.
“Mapping psikologi sangat penting untuk mendeteksi dini potensi gangguan seperti bullying, tekanan mental, hingga indikasi penyimpangan perilaku,” ujar Brigjen Pasma Royce.
Baca Juga:
Melalui pelatihan ini, Duta Kamtibmas diharapkan mampu membaca kondisi psikologis teman sebaya. Dengan kemampuan tersebut, mereka bisa berperan aktif dalam mencegah potensi gangguan seperti kekerasan di sekolah, penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan remaja.
“Pelajar adalah pengamat terbaik di lingkungan mereka. Dengan dibekali mapping psikologi, mereka bisa jadi alarm awal saat ada masalah,” tambah Wakapolda.
Dari Kabupaten Tuban, terpilih enam pelajar hasil seleksi ketat yang digelar Satbinmas Polres Tuban pada Jumat (26/9). Mereka adalah:
Pelajar Putra:
1. Ricad Rich Rizki Wibowo Wicaksono – SMKN 1 Tuban
2. Zaki Febriani Yudha Pratama – SMAN 2 Tuban
3. Sri Teddy Wiryawan – MA Insan Kamil Tuban
Pelajar Putri:
1. Zahroul Widyawati – SMK YPM 12 Tuban
2. Igustri Restu Kirani – SMAN 1 Tambakboyo Tuban
3. Anindia Ika Juliarahma – MAN 2 Rengel Tuban
Keenam pelajar ini didampingi langsung oleh Wakapolres Tuban, Kompol Achmad Robial, serta Kasat Binmas Iptu Kusmindar.
“Mapping psikologi adalah kunci agar mereka tak hanya tahu apa yang harus dilakukan, tapi juga kapan harus bertindak,” jelas Kompol Robi.
Dengan pemahaman psikologis yang cukup, para Duta Kamtibmas diharapkan mampu memberikan sinyal awal kepada guru, orang tua, atau pihak kepolisian jika menemukan tanda-tanda gangguan sosial maupun emosional di kalangan pelajar.
Selain mapping psikologi, para pelajar juga dibekali materi penting lain seperti:
– Bahaya narkoba dan pencegahannya
– Etika berlalu lintas dan pelanggaran anak
– Moderasi beragama di kalangan pelajar
– Keamanan digital dan bijak bermedia sosial
– Wawasan kebangsaan dan pendidikan karakter Pancasila.
Kompol Robi menegaskan, pelajar yang sudah dikukuhkan bukan hanya simbolis, tapi akan menjalankan peran nyata di lapangan.
“Kami siap dampingi mereka lewat program pembinaan, edukasi, dan kegiatan sekolah. Tujuannya jelas: bentuk pelajar yang peduli, tanggap, dan siap menjaga lingkungannya,” kata Wakapolres.
Program Duta Kamtibmas ini merupakan inisiatif Polda Jatim pasca maraknya aksi unjuk rasa anarkis yang melibatkan pelajar.
Melalui pembekalan seperti mapping psikologi, institusi kepolisian berharap pelajar bisa jadi barisan pertama pencegahan gangguan Kamtibmas dari dalam lingkungan sekolah sendiri. (*)
















