Beranda Tuban – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di era digital.
Melalui program Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), keduanya membekali 110 guru dari berbagai sekolah dasar hingga menengah di Kabupaten Tuban dengan keterampilan teknologi terkini.
Kegiatan pelatihan berlangsung di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Tuban) pada Sabtu (25/10/2025).
Baca Juga:
Program ini menjadi bagian dari dukungan berkelanjutan EMCL dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik agar siap menghadapi tantangan dunia pendidikan berbasis digital.
Dalam pelatihan ini, para guru diperkenalkan pada konsep dasar pemrograman (coding) dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang bisa diterapkan langsung dalam kegiatan belajar mengajar.
Dua fasilitator nasional, Ifnu Wisma D. P., M.Kom. dan Faisal Agung, S.T.T., hadir sebagai pemateri utama. Mereka memandu peserta memahami logika pemrograman, algoritma sederhana, serta praktik integrasi AI dalam pembelajaran berbasis proyek.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para guru antusias mencoba membuat aplikasi pembelajaran sederhana sebagai hasil praktik langsung.
Ketua Pusat Belajar Guru (PBG) Tuban, Eti Wahyuni, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan EMCL dan UNUGIRI. Ia menilai program ini sangat sejalan dengan semangat para guru untuk terus berinovasi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi Bapak/Ibu guru yang tergabung di PBG Tuban. Kami berterima kasih kepada EMCL atas dukungannya dan berharap kerja sama dengan UNUGIRI dapat terus berlanjut setiap tahun,” ujar Eti.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNUGIRI, Suttrisno, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat.
“Kami bangga bisa berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas guru di Tuban. Koding dan kecerdasan artifisial bukan hanya keterampilan teknis, tapi juga cara berpikir logis dan kreatif yang penting ditanamkan sejak dini,” ungkapnya.
Selain Sutrisno, dua dosen UNUGIRI lainnya Nurul Mahruzah Yulia, M.Pd. dan Nanin Verina Widya Putri, M.Pd. juga terlibat dalam tim pelaksana. Ketiganya merancang kegiatan berbasis praktik dan studi kasus yang relevan dengan kebutuhan guru di lapangan.
Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) ini menjadi salah satu bagian dari komitmen EMCL dalam mendukung program penguatan kapasitas guru melalui kerja sama dengan PBG Tuban.
Melalui kemitraan strategis bersama lembaga pendidikan tinggi seperti UNUGIRI, EMCL berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan di wilayah operasinya.
Program ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya pembelajaran berbasis digital di sekolah-sekolah Tuban, sekaligus mencetak pendidik masa depan yang cakap teknologi dan adaptif terhadap perkembangan AI.
Dengan dukungan EMCL, UNUGIRI, dan PBG Tuban, pelatihan ini menjadi tonggak penting dalam membentuk pendidik inovatif dan berdaya saing digital di Kabupaten Tuban. (*)
















