Beranda Tuban – Pemerintah Desa (Pemdes) Socorejo bersama para nelayan angkat suara menanggapi kabar yang beredar luas terkait dugaan aktivitas dumping di Terminal Khusus (Tersus) PT Semen Indonesia Tuban yang disebut-sebut merugikan nelayan setempat.
Ramainya pemberitaan tersebut mengejutkan warga, termasuk Kepala Desa Socorejo, Z. Arief Rachman Hakim. Ia menegaskan, kondisi di wilayahnya aman dan terkendali tanpa ada gangguan dari aktivitas industri semen.
“Berita yang ramai itu hoax. Nelayan Socorejo aman-aman saja,” tegas Kang Arief, sapaan akrabnya, Senin (29/9/2025).
Baca Juga:
Kang Arief yang pernah mengantarkan Desa Socorejo meraih Juara 1 Nasional BPJS Ketenagakerjaan tahun 2019 itu juga mengingatkan agar tidak ada pihak luar yang mencoba memprovokasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayahnya.
“Kami bersama tiga pilar, TNI dan Polri, selalu menjaga keamanan desa. Jangan ada yang ganggu Socorejo dengan kabar bohong,” ujar Kades alumnus Hukum tersebut.
Lebih lanjut, Kang Arief menjelaskan bahwa hubungan antara warga, nelayan, dan pelaku industri di Socorejo sudah lama terjalin dengan baik dan harmonis.
Setiap kegiatan industri, baik di darat maupun laut, menurutnya selalu diawali dengan komunikasi dan sosialisasi terbuka kepada masyarakat.
“Nelayan dan tokoh masyarakat selalu dilibatkan. Semua berjalan beriringan, tidak ada yang dirugikan,” tambahnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ketua RN Socorejo, Sokibil. Ia memastikan bahwa nelayan tidak merasa terganggu dengan aktivitas industri semen yang berlangsung di sekitar wilayah perairan mereka.
“Nelayan di Socorejo tenang saja dan aman. Tidak ada masalah seperti yang dikabarkan di beberapa website,” ujar Sokibil.
Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi atau masukan dari nelayan selalu dikomunikasikan kepada pemerintah desa untuk dicarikan solusi bersama.
“Nelayan sekarang paham, komunikasi adalah kunci, khususnya kepada Pemdes,” jelasnya.
Sementara itu, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam rilis resminya pada Mei 2025 lalu menyatakan bahwa proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Pabrik Tuban tetap berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat pasar ekspor.
“Kami tengah merampungkan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Pabrik Tuban, Jawa Timur sebagai landasan penting untuk memaksimalkan peluang di pasar ekspor,” kata Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni.
Proyek ini merupakan kolaborasi SIG, melalui anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dengan perusahaan Jepang Taiheiyo Cement Corporation. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas ekspor semen khusus ke pasar internasional, termasuk Amerika Serikat.
Dengan target ekspor mencapai 1 juta ton per tahun, SIG optimistis proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam memperluas jaringan distribusi global dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar dunia. (*)
















