Beranda Tuban – Sebanyak 1.050 calon jemaah haji asal Kabupaten Tuban mulai menjalani proses pasporing sebagai salah satu tahap penting dalam persiapan pemberangkatan ibadah haji tahun 2026.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Oktober 2025, di Aula Gedung PLHUT Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban.
Plt. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban, Imam Bukori, mengatakan bahwa pasporing merupakan tahapan krusial dalam pembuatan paspor bagi calon jemaah haji. Proses ini menjadi syarat wajib keberangkatan ke Tanah Suci.
Baca Juga:
“Pasporing dilaksanakan di Kabupaten Tuban secara kolektif oleh Kantor Imigrasi Perak Surabaya, atas permohonan jemaah melalui kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH),” jelas Imam Bukori dalam rilisnya, Rabu (29/10/2025).
Menurutnya, seluruh calon jemaah haji estimasi keberangkatan 2026 wajib mengikuti proses pemberkasan dokumen, baik yang sudah memiliki paspor karena pernah umrah atau bepergian ke luar negeri, maupun yang belum memiliki paspor sama sekali.
Imam menjelaskan, sejumlah dokumen penting harus disiapkan dalam proses pasporing, di antaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta nikah, Bukti pendaftaran haji, dan Dokumen pendukung seperti ijazah atau akta kelahiran.
Setelah tahap pasporing selesai, jemaah akan melanjutkan ke proses bio visa, yaitu perekaman biometrik sidik jari dan wajah sebagai syarat pengajuan visa haji ke Kedutaan Besar Arab Saudi.
“Jemaah yang mendapatkan visa haji adalah mereka yang sudah memiliki paspor dan telah melakukan rekam biometrik melalui aplikasi Bio Visa milik Kementerian Luar Negeri Arab Saudi,” tambah Imam.
Lebih lanjut, Imam mengungkapkan bahwa persiapan pelaksanaan haji biasanya dimulai sekitar enam hingga tujuh bulan sebelum keberangkatan.
Dengan selesainya proses pasporing ini, diharapkan seluruh calon jemaah haji asal Tuban dapat melanjutkan tahapan administrasi berikutnya dengan lancar.
“Kami berharap semua proses berjalan tertib dan lancar, sehingga jemaah haji Tuban siap berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026 mendatang,” pungkasnya. (*)
















