Beranda Tuban – Aroma khas ikan asap kini menjadi daya tarik tersendiri di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Di balik kepulan asap yang menggoda itu, ada sosok Kusmiyatun, pemilik usaha “Mbah Dok”, yang sukses mengembangkan usahanya berkat program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban.
Sejak mendapat bantuan dari SIG, usaha ikan asap “Mbah Dok” berubah total. Jika dulu Kusmiyatun mengolah ikan di tempat seadanya, kini ia memiliki tempat usaha yang lebih tertata dan nyaman, lengkap dengan cerobong pengasapan modern bantuan perusahaan.
“Dulu tempat usaha saya kecil dan berantakan. Sekarang lebih rapi dan nyaman. Alhamdulillah, penghasilan juga ikut naik,” ujar Kusmiyatun dengan senyum bangga, Rabu (29/10/2025).
Baca Juga:
Berkat fasilitas baru tersebut, Kusmiyatun tak hanya menjual ikan asap hasil olahan sendiri, tetapi juga membuka jasa pengasapan bagi nelayan sekitar. Tarifnya Rp10 ribu per kilogram ikan, yang kini menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarganya.
“Sekarang banyak warga sekitar yang titip ikan untuk diasapi. Lumayan, hasilnya bisa untuk tambahan kebutuhan harian,” ungkapnya.
Usaha “Mbah Dok” menjadi salah satu dari 36 UMKM yang terbentuk di Desa Glondonggede sejak 2022 melalui program pemberdayaan masyarakat SIG. Setiap tahun jumlah pelaku usaha terus bertambah 16 UMKM pada 2022, 15 di 2023, dan 5 lagi di 2024–2025.
Senior Manager of Corporate Communication SIG Pabrik Tuban, Dharma Sunyata, menjelaskan bahwa dukungan kepada UMKM seperti “Mbah Dok” merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan fisik seperti tempat usaha dan peralatan, tetapi juga melakukan pendampingan agar UMKM bisa berkembang dan mandiri,” jelas Dharma.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat melalui UMKM menjadi strategi penting bagi SIG untuk memastikan kehadiran perusahaan benar-benar membawa manfaat bagi warga sekitar operasional.
Bendahara Desa Glondonggede, Ali Imron, menyampaikan apresiasi kepada SIG atas kontribusinya yang nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan SIG bukan hanya memajukan usaha warga, tapi juga membantu pembangunan desa.
“Kami berterima kasih kepada SIG yang konsisten membantu warga. Usaha seperti ‘Mbah Dok’ ini bukti bahwa dukungan perusahaan mampu menciptakan peluang ekonomi baru,” kata Ali Imron dalam kegiatan serah terima program CSR di balai desa setempat, 27 Agustus lalu.
Kini, aroma ikan asap dari dapur “Mbah Dok” tak hanya menggugah selera, tapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara masyarakat dan industri dalam membangun ekonomi desa yang mandiri. (*)
















