Beranda Tuban – Laga perdana 32 Besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 Grup BB yang digelar di Stadion Tuban Sport Centre (TSC), Senin (5/1/2026), menyajikan persaingan ketat antar tim. Pasuruan United tampil impresif dengan kemenangan meyakinkan, sementara Persatu Tuban harus berbagi poin pada pertandingan pembuka.
Pada pertandingan pertama, Pasuruan United sukses membungkam Nganjuk Ladang dengan skor telak 3-0. Hasil tersebut mengantarkan Pasuruan United mengantongi tiga poin penuh di laga perdana Grup BB.
Gol pembuka dicetak Ricko Hardiansyah pada menit ke-23. Dominasi Pasuruan United berlanjut di babak kedua melalui gol Nurchaqiqi (menit ke-66), sebelum kemenangan dipastikan lewat gol Rendi Irawan (menit tambahan waktu).
Baca Juga:
Head Coach Pasuruan United, Bio Paulin Pierre, menyebut kemenangan tersebut tak lepas dari kesiapan tim secara menyeluruh, mengingat Nganjuk Ladang merupakan lawan yang tangguh.
“Kami sudah menyiapkan semuanya. Kami tahu cara bermain mereka, sehingga secara mental di 15 menit pertama kami membaca permainan, lalu mulai lepas,” ujarnya.
Meski meraih kemenangan, Bio juga menyampaikan catatan kritis terkait kepemimpinan wasit, khususnya soal pergantian pemain dan keputusan kartu kuning yang dinilai membingungkan.
“Ada pemain yang sudah keluar lalu diminta masuk kembali, tapi ketika di tengah justru diberi kartu kuning. Ini harus jadi evaluasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Nganjuk Ladang berusaha bangkit dengan permainan agresif usai tertinggal. Namun, lemahnya koordinasi lini belakang dimanfaatkan dengan baik oleh Pasuruan United. Head Coach Nganjuk Ladang, Mochammad Hasan, menilai timnya banyak melakukan kesalahan di awal laga.
“Gol pertama murni kesalahan pemain sendiri. Setelah itu mental pemain turun karena merasa permainan tidak berjalan sesuai harapan,” katanya.
Di pertandingan lainnya, Persatu Tuban yang bertindak sebagai tuan rumah harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Triple’s Kediri.
Triple’s Kediri sempat unggul lebih dulu melalui gol Putra Maulana Dwi di babak pertama. Namun, Persatu Tuban mampu bangkit di paruh kedua dan menyamakan kedudukan, meski gagal memaksimalkan sejumlah peluang untuk berbalik unggul.
Head Coach Persatu Tuban, Slamet Sampurno, tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya meski hasil belum sesuai target.
“Pertandingan pertama selalu berat. Dua pemain kunci kami cedera di awal babak pertama, tapi semangat juang pemain tidak turun,” ujarnya.
Ia mengakui lini depan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi jelang laga berikutnya.
“Peluang sebenarnya ada, tapi penyelesaian akhir belum maksimal,” imbuhnya.
Salah satu pemain Persatu Tuban, Rendy Setiawan, juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter dan berjanji melakukan evaluasi.
“Kami akan maksimalkan latihan, khususnya finishing, agar pertandingan selanjutnya bisa meraih hasil positif,” katanya.
Di sisi lain, Head Coach Triple’s Kediri, Abdullah Choirul Umar, bersyukur timnya mampu mencuri poin dari kandang lawan.
“Melawan tuan rumah selalu berat. Di babak pertama rencana permainan berjalan cukup baik dan kami bisa unggul lebih dulu,” jelasnya.
Namun, ia mengakui kurangnya fokus pemain membuat Triple’s Kediri gagal mempertahankan keunggulan. Faktor kontrol emosi pemain muda juga menjadi bahan evaluasi ke depan.
Dengan hasil tersebut, Pasuruan United sementara memimpin persaingan Grup BB dengan raihan tiga poin. Sementara Persatu Tuban, Triple’s Kediri, dan Nganjuk Ladang masih harus berjuang keras di laga-laga berikutnya untuk menjaga peluang lolos ke fase selanjutnya Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur. (*)
















