Beranda Tuban – Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
Di Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, sejumlah perguruan pencak silat menunjukkan komitmennya dalam menjaga kerukunan melalui kegiatan unik dan penuh makna lomba balap angkong.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh perguruan pencak silat aktif di wilayah Montong, antara lain SH Terate, Pagar Nusa, Bunga Islam, dan Kera Sakti. Para pendekar muda dari berbagai aliran silat tersebut bersatu dalam suasana kebersamaan, jauh dari kesan rivalitas.
Baca Juga:
“Untuk perguruan pencak silat di kecamatan ini, alhamdulillah hari ini semuanya berkumpul,” ujar Kamaludin, perwakilan dari perguruan Bunga Islam, Sabtu (17/8).
Balap angkong adalah lomba adu cepat mendorong gerobak sorong yang diisi oleh satu orang peserta, sementara satu lainnya bertugas mendorong.
Meskipun sederhana, para peserta tampak antusias mengikuti perlombaan. Mereka berlomba menjadi yang tercepat melewati lintasan yang telah ditentukan panitia.
Aturan lomba pun cukup mudah: setiap tim terdiri dari dua orang. Demi keamanan, seluruh peserta diwajibkan mengenakan helm.
Hal ini menjadi simbol bahwa meskipun tradisi dijunjung tinggi, keselamatan tetap menjadi prioritas.
“Kita adu siapa yang menang. Yang cepat itu yang menang,” ungkap Trimulyo, anggota perguruan SH Terate.
Selain lomba balap angkong, kegiatan peringatan HUT RI ini juga diisi dengan upacara bendera, bakti sosial, seperti pembagian beras, cek kesehatan gratis, hingga terapi kesehatan gratis untuk masyarakat sekitar.
Kegiatan lintas perguruan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga wujud nyata komitmen para pendekar dalam menjaga kedamaian dan kerukunan di masyarakat.
“Tujuannya sangat sederhana: agar masyarakat di sini rukun. Antar perguruan rukun, sehingga menciptakan kedamaian di masyarakat,” tambah Kamaludin.
Dengan semangat Hari Kemerdekaan RI ke-80, para pendekar pencak silat di Montong membuktikan bahwa bela diri bukan hanya soal adu fisik, tetapi juga tentang merawat nilai-nilai luhur bangsa: persatuan, toleransi, dan gotong royong.
“Tujuannya yaitu sama-sama untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia,” tutup Trimulyo. (*)
















