Beranda Tuban – Kabar menggembirakan datang dari Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur, Drs. H. Djoko Adi Walujo, yang mengumumkan bahwa dalam bulan Oktober ini, lembaga-lembaga di bawah naungan PGRI berhasil melahirkan 7 guru besar (profesor) baru.
Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya berasal dari Unirow Tuban, menjadikan Unirow sebagai kampus PGRI dengan kontribusi profesor terbanyak tahun ini.
“PGRI Jatim patut berbangga. Bulan ini kami melahirkan 7 profesor baru, dan terbanyak berasal dari Unirow,” ungkapnya.
Baca Juga:
Djoko juga menambahkan, bahwa AGP bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi juga sarana mencetak guru profesional yang memiliki keahlian, tanggung jawab, dan kemampuan membangun kolaborasi di bawah semangat PGRI.
Selain sukses menjadi tuan rumah ajang Anugerah Guru Prima (AGP) 2025, kampus kebanggaan warga Tuban ini juga mencetak sejarah baru dengan melahirkan tiga guru besar (profesor) sekaligus pada bulan yang sama.
Acara penganugerahan AGP 2025 yang digelar pada 18–19 Oktober 2025 tersebut berlangsung meriah di Hall Lantai 2 Gedung Rektorat Unirow.
Hadir dalam kesempatan ini jajaran PPLP-PT PGRI Tuban, civitas akademika Unirow, Ketua PGRI Jawa Timur Drs. H. Djoko Adi Walujo, S.T., M.M., DBA, Ketua PGRI Kabupaten Tuban, serta Ketua SLCC PGRI Jatim James F. Tomasouw, S.Kom.Rektor Unirow, Prof. Dr. Warli, M.Pd, menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh PGRI Jawa Timur.
“Sebagai perguruan tinggi di bawah naungan PGRI, kami siap mendukung peningkatan kualitas guru dan pendidikan Indonesia,” ujar Prof. Warli.
Ia juga menegaskan bahwa penganugerahan AGP adalah bentuk nyata apresiasi terhadap perjuangan para guru di tengah tantangan profesi yang semakin kompleks.
Ratusan guru dari seluruh Jawa Timur berkompetisi dalam AGP 2025 yang berlangsung selama dua hari.
Berikut adalah nama-nama para juara dari berbagai jenjang pendidikan:
Kategori Guru PAUD (KB/TK): Juara 1: Sri Rahayu, S.Pd (Taman Bermain Mutiara, Bojonegoro). Juara 2: Nurul Choiriyah, S.Pd (TK PKK Permata Bunda, Tuban). Juara 3: Siti Nurul Hidayati, S.Pd (TK Wijaya Kusuma III, Pasuruan).
Kategori Guru SD: Juara 1: Rizki Septa Hardhita, M.Pd (SD Laboratorium UM, Blitar). Juara 2: Nuriski Alif Iriawan, S.Pd (UPT SDN 288, Gresik). Juara 3: Khoirul Anwar, S.Pd (SDN 1 Bringin, Malang).
Kategori Guru SMP: Juara 1: Subandiyantoro, M.Pd (SMP Plus Rahmat, Kediri). Juara 2: Shafila Sahnaz, S.Pd (SMPN 4 Blitar). Juara 3: Sri Wahyuni, S.Pd., Gr. (SMPN 25 Surabaya).
Kategori Guru SMA/SMK: Juara 1: Anggun Winata, S.Si, M.Pd (SMAN 1 Tuban). Juara 2: Rosidatul Avivah, S.Pd (SMA PGRI Pace, Nganjuk). Juara 3: Ifan Andriado, S.Pd (SMAN 2 Malang).
Kategori Kepala Sekolah & Pengawas: Juara 1: Nur Aliyah, M.Pd (UPT SMPN 10 Gresik). Juara 2: Erma Wati, S.Pd., M.Pd (SDN 1 Pakunden, Blitar). Juara 3: Dr. M. Ali Murtadlo, A.Ma., S.Pd., M.Pd (Dinas Pendidikan Kab. Jombang).
Selain ajang penghargaan, AGP 2025 juga diramaikan dengan seminar pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Seminar ini disampaikan oleh Asfan Muqtadir, M.Kom dan menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan.
“Kehadiran AI diharapkan menjadi alat bantu yang meringankan beban guru, khususnya dalam administrasi dan penyusunan pembelajaran,” ungkap Asfan.
AGP 2025 menjadi refleksi atas tantangan nyata yang dihadapi guru masa kini: mulai dari beban administrasi, keterbatasan waktu, hingga adaptasi terhadap teknologi.
Melalui penganugerahan ini, PGRI berharap dapat terus mendorong guru untuk tetap profesional, kreatif, dan inovatif di tengah tantangan zaman. (*)
















