Puluhan Ojol Tuban Datangi DPRD, Usulkan BPJS Gratis dan Upgrading Skill

Editor

Berita

Audiensi KKOT dengan DPRD Tuban bahas tuntutan BPJS, kasus Affan, hingga tarif ojol. (Foto/dok. Beranda)

Beranda Tuban – Puluhan driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Koalisi Komunitas Ojol Tuban (KKOT) mendatangi gedung DPRD Kabupaten Tuban, Selasa (9/9/2025). Mereka menggelar audiensi untuk menyampaikan lima tuntutan, termasuk jaminan BPJS gratis dan pelatihan peningkatan keterampilan.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan yang diajukan KKOT pada 2 September 2025. Dalam pertemuan tersebut, DPRD Tuban menghadirkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin), Kabag Hukum, dan Kepala Bakesbangpol Tuban.

“Kami sudah mencari nafkah sendiri, kami ingin BPJS gratis. Di Gresik saja sudah bisa dengan alokasi dari Pemda, kami berharap di Tuban juga bisa,” ujar Humas KKOT, Hendra Waskita usai audiensi.

Selain soal jaminan sosial, KKOT juga mendorong Pemerintah Kabupaten Tuban agar memfasilitasi pelatihan keterampilan (upskilling) bagi para driver ojol.

“Harapan kami, ada pelatihan aplikasi atau skill lainnya, supaya kami bisa naik kelas, tidak selamanya jadi ojol. Mungkin bisa jadi wirausaha,” imbuh Hendra.

Tak hanya tuntutan lokal, KKOT juga menyinggung kasus meninggalnya salah satu driver ojol, Affan Kurniawan. Mereka mendesak agar kasus ini diusut tuntas secara transparan.

Di sisi lain, KKOT turut menyuarakan aspirasi nasional yang dibawa Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI), yakni penegakan SK Gubernur Jawa Timur No. 188/290 dan 188/291 terkait tarif kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) serta penindakan terhadap aplikator yang melanggar.

“Kami ingin para aplikator ini tertib secara administrasi dan menjalankan aturan yang sudah ada,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Tuban Sugiantoro menyatakan bahwa semua poin tuntutan yang disampaikan KKOT sudah dibahas dalam forum audiensi. Pihaknya berjanji akan segera menindaklanjuti melalui rapat internal DPRD.

“Ada lima tuntutan yang disampaikan. Dua merupakan persoalan lokal, satu regional, dan dua nasional. Nanti akan kami bahas dalam rapat pimpinan dan fraksi untuk segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Sugiantoro juga memastikan bahwa komisi-komisi terkait di DPRD Tuban akan bergerak cepat menindaklanjuti, terutama tuntutan lokal seperti BPJS gratis dan pelatihan keterampilan. (*)

Terpopuler

Pengendara Honda Vario Tewas Usai Jatuh Menghindari Jalan Rusak di Tuban

Editor

Beranda Tuban – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di wilayah hukum Polres Tuban pada hari Jumat pagi, 01 Agustus 2025. ...

Curi Diesel Traktor di Persawahan Tuban, Pelaku Jual Barang Curian Lewat Facebook, 2 DPO Diburu

Editor

Beranda Tuban – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban berhasil mengamankan pelaku pencurian diesel traktor di area persawahan Desa Tengger, ...

Kasus Penipuan Pelunasan Hutang Fiktif dengan SBKKN BRI Tuban, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Editor

Beranda Tuban – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban melalui Unit Tindak Pidana Ekonomi mengungkap kasus penipuan berkedok program pelunasan ...

Parenting KB-RA Muslimat NU Salafiyah Merakurak Tuban: Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Lindungi Generasi Emas dari Zat Adiktif

Editor

Beranda Tuban – KB-RA Muslimat NU Salafiyah Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban menggelar kegiatan parenting yang bertujuan untuk memberikan edukasi bagi ...

Rotasi Besar di Pemkab Tuban, 8 Pejabat Tinggi Dilantik Mas Lindra Hari Ini

Editor

Beranda Tuban – Suasana Pendapa Kridha Manunggal, Kamis (31 Juli 2025), terasa khidmat saat Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, memimpin ...

Kecelakaan Maut di Rengel Tuban, Pengendara Asal Bojonegoro Meninggal di Puskesmas

Editor

Beranda Tuban – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 06.45 WIB di Jalan Pakah-Soko, Desa Maibit, ...

Tinggalkan komentar