Beranda Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, melalui SIG Pabrik Tuban, terus mendorong inovasi dalam pemanfaatan kayu kaliandra sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan.
Dalam kegiatan Sosialisasi Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan yang digelar pada Selasa (9/9/2025), SIG memperkenalkan potensi luar biasa dari tanaman kaliandra kepada 55 petani Greenbelt yang berada di sekitar area perusahaan.
Kayu kaliandra, yang dikenal sebagai tanaman penutup lahan, kini semakin populer sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Baca Juga:
Kayu ini memiliki nilai kalor tinggi, mencapai 4.500-4.800 kkal/kg, menjadikannya alternatif yang efisien untuk menggantikan penggunaan bahan bakar fosil.
Luksono, Public Relation & Corporate Social Responsibility Management Officer SIG Pabrik Tuban, menyatakan bahwa SIG berkomitmen untuk memanfaatkan limbah pertanian, termasuk bonggol jagung dan kayu kaliandra, sebagai bahan bakar alternatif yang dapat mengurangi emisi karbon.
“Kami berharap para petani dapat mengumpulkan bonggol jagung dan kayu kaliandra mereka, karena kami siap menampungnya. Ini juga merupakan peluang bagi petani untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan,” ujar Luksono.
Selain sebagai bahan bakar alternatif, kaliandra juga berperan penting dalam konservasi tanah. Tanaman ini memiliki akar yang kuat dan dapat menahan erosi, sehingga membantu melindungi tanah dari kerusakan.
Lebih jauh, kaliandra juga mengandung bakteri penyubur tanah yang dapat meningkatkan kualitas lahan pertanian.
Dalam sosialisasi tersebut, Prof. Dr. Supiana Dian Nurtjahyani, Guru Besar Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, mengungkapkan pentingnya pemanfaatan tanaman lokal seperti kaliandra untuk mendukung ketahanan pangan dan energi di Kabupaten Tuban.
“Kaliandra memiliki potensi luar biasa, baik sebagai sumber energi alternatif maupun untuk konservasi lahan. Kita perlu lebih menggali potensi lokal seperti ini untuk mendukung ketahanan pangan dan energi secara berkelanjutan,” ujar Prof. Supiana.
SIG terus melakukan pendampingan teknis bagi petani Greenbelt di sekitar Pabrik Tuban untuk mengoptimalkan hasil pertanian mereka. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal, SIG berharap dapat menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain pemanfaatan kaliandra, SIG juga memperkenalkan berbagai teknologi pertanian seperti budidaya melon dalam greenhouse dan ternak kambing yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani setempat.
Ir. Supriono, Kepala Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Tuban, mengapresiasi langkah SIG yang terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan di wilayah tersebut.
“Kami sangat mendukung langkah SIG yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya lokal, termasuk kaliandra. Ini adalah contoh kolaborasi yang baik antara dunia usaha, akademisi, dan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tuban,” ungkap Supriono.
Sekedar diketahui, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) adalah perusahaan BUMN yang bergerak di sektor bahan bangunan, termasuk industri semen.
SIG juga berfokus pada keberlanjutan dan inovasi dalam pengelolaan energi dan sumber daya alam.
Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, SIG berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasionalnya dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. (*)
















