Beranda Tuban – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ali Mansyur Jatirogo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat wilayah barat Kabupaten Tuban.
Sejumlah inovasi dan pengembangan layanan dilakukan, mulai dari program antar jemput pasien gratis Apel Mas, layanan MCU Haji, hingga penguatan layanan spesialis setelah resmi naik kelas dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C pada akhir 2024 lalu.
Salah satu program unggulan yang telah berjalan selama satu tahun terakhir adalah Apel Mas. Program ini menyediakan armada khusus lengkap dengan sopir dan tenaga kesehatan untuk menjemput serta mengantar pasien secara gratis di wilayah Jatirogo.
Baca Juga:
Direktur RSUD Ali Mansyur Jatirogo, drg. Roikan MH, menyampaikan bahwa program ini mendapat respons positif dari masyarakat.
“Sudah banyak warga yang memanfaatkan layanan ini. Tujuannya agar akses pelayanan kesehatan semakin mudah, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan transportasi,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).
Selain itu, RSUD Ali Mansyur juga membuka layanan Medical Check Up (MCU) Haji. Layanan ini hadir untuk menjawab kebutuhan pemeriksaan kesehatan jemaah haji yang tidak dapat dilakukan di Puskesmas, seperti pemeriksaan radiologi, rontgen Gigi(CBCT& panoramik), USG, dan layanan penunjang medis lainnya.
“Selama ini jemaah haji dari wilayah barat harus ke Tuban Kota. Sekarang tidak perlu lagi, karena MCU Haji sudah bisa dilayani di RSUD Ali Mansyur,” jelas drg. Roikan.
Layanan ini telah berjalan selama satu tahun terakhir dan menjadi solusi rujukan bagi diagnosa penyakit tertentu yang tidak bisa ditangani di Puskesmas.
Di bidang rehabilitasi medik, RSUD Ali Mansyur juga terus melengkapi sarana, prasarana, serta sumber daya manusia. Saat ini layanan dokter spesialis rehab medik tersedia dengan jadwal praktik tiga hari dalam sepekan, dan ke depan akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Untuk layanan unggulan, RSUD Ali Mansyur kini memiliki alat pemeriksaan mata modern OCT. Alat ini digunakan untuk memeriksa retina mata dan menjadi salah satu yang mulai dikembangkan di Tuban.
“Dengan adanya OCT, pemeriksaan mata hingga tindakan seperti operasi katarak bisa dilakukan di sini. Masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke RSUD dr. Koesma Tuban atau rumah sakit di Bojonegoro,” kata drg. Roikan.
Tak hanya itu, RSUD Ali Mansyur juga menghadirkan rawat inap VIP yang baru dibangun tahun ini oleh Pemerintah Kabupaten Tuban. Terdapat sembilan titik ruang VIP dengan fasilitas khusus diperuntukkan bagi pasien dengan kebutuhan layanan eksklusif.
Resminya RSUD Ali Mansyur naik kelas menjadi rumah sakit tipe C memungkinkan peningkatan kapasitas tempat tidur serta perluasan jenis layanan spesialis.
Dalam menjaga kepercayaan masyarakat, manajemen RSUD Ali Mansyur menerapkan standar operasional prosedur (SOP) sesuai akreditasi rumah sakit.
“Kami rutin melakukan evaluasi setiap minggu melalui morning report. Semua kendala dibahas bersama untuk dicarikan solusi,” ungkap drg. Roikan MH, lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya tersebut.
Terkait kepuasan pasien, RSUD Ali Mansyur menggunakan dua metode pemantauan, yakni Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilakukan setiap tahun oleh Pemkab Tuban, serta penyediaan ruang VIP bagi pasien yang ingin menyampaikan keluhan secara langsung.
“Kami selalu terbuka terhadap kritik yang membangun. Dari keluhan itulah kami bisa terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan,” pungkas dokter kelahiran 1977 tersebut. (*)
















