Beranda Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban menggelar Workshop Pesantren Ramah Anak, Kamis (30/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung KORPRI Tuban ini diikuti oleh 100 pengasuh pondok pesantren (ponpes) dari berbagai wilayah di Kabupaten Tuban.
Workshop dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si. Dalam sambutannya, Budi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Pemkab, Kemenag, dan kalangan pesantren.
Baca Juga:
Menurutnya, kerja sama ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi langkah nyata memperkuat sinergi dalam memajukan dunia pesantren.
“Forum ini menjadi wadah penting untuk mewujudkan pesantren ramah anak. Materi dan indikator yang disampaikan hendaknya dapat diterapkan di lingkungan pondok pesantren,” ujar Budi Wiyana.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Tuban bersama Kemenag akan terus memberikan pendampingan dan pembinaan terhadap pelaksanaan program Pesantren Ramah Anak.
Budi juga menyampaikan pesan Bupati Tuban yang menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap pesantren.
Menurutnya, keberadaan pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat Tuban.
“Pemkab Tuban selalu terbuka terhadap saran dan aspirasi dari warga pesantren. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan dan kemajuan daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa kolaborasi Pemkab dan Kemenag tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pengembangan sumber daya manusia (SDM), pengelolaan pesantren, hingga penguatan ekonomi berbasis pesantren.
Mantan Kepala Bappeda Tuban itu juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi informasi. Ia menyebut teknologi ibarat pisau bermata dua yang perlu disikapi bijak oleh dunia pesantren.
“Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan dengan bijak. Kultur pesantren yang menanamkan adab dan akhlak luhur perlu disampaikan dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Kabag Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Tuban, Maftuhatul Hidayah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2025.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Sri Rahayu, serta Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak (Fasnas SRA), Bekti Prastyani.
Maftuhatul menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan memperkuat kapasitas pengasuh pesantren mengenai prinsip-prinsip ramah anak dalam pengelolaan lembaga pendidikan berbasis pesantren.
“Melalui workshop ini diharapkan pengasuh ponpes semakin paham tentang pengelolaan lembaga pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak,” tutupnya. (*)
















