Beranda Tuban – Upaya menjaga kawasan perbatasan tetap bersih, indah, dan tertib terus diperkuat. Kabupaten Tuban sebagai pintu perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah menjadi perhatian penting, terlebih dalam mendukung program Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB) yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Kabid Trantibum Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Tabrani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Satpol PP Prov. Jatim dan Satpol PP Prov. Jateng.
Operasi gabungan tersebut melibatkan berbagai unsur: Satpol PP Prov. Jatim, Bakorwil Bojonegoro, LLAJ Prov. Jatim, Bappeda Prov. Jatim, BPKAD Prov. Jatim, Satpol PP–Damkar Kabupaten Tuban, Polres Tuban, Kodim 0811 Tuban, Subdenpom V/2-4 Tuban, serta Satpol PP Prov. Jateng bersama BBPJN Jateng–DIY, Bina Marga Pati, Satpol PP Kabupaten Rembang, dan Dishub Rembang.
Baca Juga:
“Operasi bersama digelar di kawasan Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, pada Kamis (4/12), sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan sebelumnya pada 27 November,” ujar Tabrani.
Saat sosialisasi, Tabrani menambahkan petugas menemukan sejumlah pelanggaran berupa bangunan liar di sekitar tugu perbatasan. Para pemilik bangunan telah diberi pembinaan dan peringatan agar membersihkan atau membongkar bangunan secara mandiri.
Namun dalam pemeriksaan terbaru, petugas masih menemukan sekitar 20 persen sisa bangunan, berupa papan lantai yang belum dibersihkan. “Tim gabungan kemudian melakukan pembersihan total untuk mencegah bangunan tersebut kembali digunakan,” imbuhnya.
Dalam sesi konsolidasi, Satpol PP Prov. Jatim meminta Satpol PP–Damkar Kabupaten Tuban dan jajaran Kecamatan Bancar untuk melakukan pemantauan rutin agar tidak ada bangunan liar baru yang didirikan di sekitar tugu perbatasan.
Pembongkaran bangunan liar ini ditegaskan sebagai langkah menjaga estetika kawasan perbatasan serta memastikan lingkungan tetap tertib dan sejalan dengan amanat Presiden Prabowo terkait Gerakan Nasional Indonesia Bersih.
“Dengan kolaborasi lintas daerah ini, pemerintah berharap kawasan perbatasan Jatim-Jateng semakin tertata dan menjadi wajah yang representatif bagi kedua provinsi,” pungkasnya. (*)
















