Beranda Lamongan – SMA Sunan Drajat Sugio, Lamongan, menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang progresif dan visioner. Sekolah ini menyelenggarakan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diikuti oleh seluruh guru, staf, dan kepala sekolah secara langsung.
Langkah ini adalah respons cepat dan nyata sekolah dalam menyukseskan program prioritas Kemendikdasmen RI mengenai penguatan literasi digital di sekolah.
Kegiatan ini secara khusus didesain untuk memastikan bahwa implementasi teknologi canggih tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga menjadi kompetensi dasar bagi seluruh ekosistem sekolah.
Baca Juga:
A. Rofiq, Kepala SMA Sunan Drajat Sugio, menyatakan bahwa investasi dalam pengembangan kompetensi guru adalah kunci untuk kualitas pendidikan unggul.
“Kami tidak ingin hanya sebagian guru yang melek digital. Jika SMA Sunan Drajat Sugio berkomitmen mencetak siswa yang mahir teknologi kekinian, maka seluruh jajaran pendidik dan staf harus memimpin dengan contoh. Pelatihan KKA ini memastikan kami siap menyajikan pembelajaran berbasis IT yang mutakhir kepada setiap siswa,” tegas A. Rofiq.
Komitmen kepala sekolah yang ikut serta penuh dalam pelatihan ini memberikan sinyal kuat kepada masyarakat: SMA Sunan Drajat Sugio adalah sekolah yang fokus pada inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Yang penting dari penggunaaan KKA adalah etika dan berpikir komputasionalnya.
Pelatihan ini didampingi langsung oleh dua narasumber berpengalaman, Ikhwan Fahrudin dan M. Satria Pinandita A., yang merupakan Fasilitator Nasional (Fasnas) KKA Kemendikdasmen RI dan Yale Communication.
Kedua Fasnas tersebut memberikan materi yang intensif, mulai dari dasar-dasar pemrograman hingga aplikasi KA yang relevan dalam membantu tugas-tugas kependidikan.
Platform digital dan gamifikasi pembelajaran sederhana yang dapat diintegrasikan ke berbagai mata pelajaran, bukan hanya TIK. Diintegrasikan dengan Pembelajaran Mendalam (PM) di Kurikulum Merdeka saat ini.
Fokus utama pelatihan ini adalah tercapainya capaian ganda: (1) Guru dan staf mahir dalam KKA; dan (2) Mampu mentransformasi metode pembelajaran menjadi berbasis IT (Information Technology) yang inovatif, sehingga siswa menerima materi dengan cara yang lebih relevan dan engaging.
Capaian akhir dari pelatihan ini adalah kesiapan SMA Sunan Drajat Sugio untuk mewujudkan kurikulum masa depan. Siswa tidak hanya akan belajar tentang teknologi, tetapi juga belajar menggunakan teknologi sebagai alat untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah.
“Guru kami sekarang telah dibekali ilmu Koding dan KA yang aplikatif. Ini berarti, anak-anak yang mendaftar di SMA Sunan Drajat Sugio akan mendapatkan pengalaman belajar yang melampaui kurikulum standar,” kata A. Rofiq.
Kesiapan sekolah dalam mengintegrasikan KKA ini menjadi daya tarik utama bagi orang tua yang ingin memastikan anaknya mendapatkan pendidikan yang relevan dengan tuntutan profesional di masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Yusron Mizza Hanifa mengatakan guru dan staf menyampaikan rasa antusias dan motivasi tinggi setelah mendapatkan materi KKA dalam pembelajaran.
Metode pelatihan yang bersifat praktik langsung (hands-on) dinilai sangat membantu karena memudahkan peserta memahami materi secara aplikatif dan konkret, kata guru TIK ini, (Senin, 1/12/2025).
Yusron menambahkan, bawa segenap guru memandang bahwa perkembangan teknologi KKA merupakan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Teknologi ini dinilai mampu menumbuhkan kemampuan berpikir komputasional, pemecahan masalah, kreativitas, dan keterampilan berbasis proyek yang relevan dengan tuntutan era digital.
“Ke depan, sekolah merumuskan beberapa langkah strategis untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi KKA. SMA Sunan Drajat Sugio akan terus mengembangkan kompetensi guru dan karyawan melalui pelatihan lanjutan dan pendampingan berkelanjutan agar implementasi pembelajaran berbasis KKA dapat berjalan maksimal”, tegasnya. (*)
















