Beranda Tuban – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban mencatat sebanyak 358 pasang calon pengantin (catin) akan melangsungkan pernikahan pada tradisi malem songo di bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menyampaikan bahwa ratusan pasangan tersebut dijadwalkan menikah pada malam ke-29 Ramadan yang tahun ini jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026, dimulai setelah waktu Ashar.
“Kami sudah menyiapkan 34 penghulu yang akan menikahkan 358 pasang pengantin,” ujar Umi Kulsum, Senin (16/3/2026).
Baca Juga:
Menurutnya, malem songo merupakan tradisi pernikahan yang telah lama berkembang di masyarakat Kabupaten Tuban. Malam tersebut diyakini sebagai waktu yang penuh berkah, bahkan sering dikaitkan dengan momentum mendekati Lailatul Qadar.
“Karena dianggap malam baik, banyak masyarakat memilih melaksanakan akad nikah tanpa perlu menghitung weton,” jelasnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari, mengungkapkan jumlah catin pada malem songo tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2026 tercatat 358 pasang, turun dari 425 pasang pada 2025, namun meningkat dibandingkan 303 pasang pada 2024.
“Terjadi penurunan 67 pasang dari tahun lalu, tetapi naik 55 pasang dibandingkan 2024. Fluktuasi ini hal yang wajar,” ungkap Mashari.
Ia menilai perubahan jumlah tersebut dipengaruhi oleh pergeseran pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda, yang kini tidak lagi terpaku menikah pada malam 29 Ramadan.
“Sekarang masyarakat lebih fleksibel memilih waktu pernikahan agar lebih leluasa dalam menggelar resepsi,” tambahnya.
Dari total 358 pasangan, Mashari menyebut terdapat dua catin di bawah umur yang berasal dari KUA Kecamatan Grabagan. Selain itu, tidak ditemukan pasangan yang menjalani pernikahan poligami.
Salah satu wali calon pengantin, Ernik Istiyana, warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, mengaku memilih malem songo sebagai waktu pernikahan anaknya karena diyakini membawa berkah.
“Selain karena sudah jodoh dan ada kesempatan, kami berharap mendapatkan berkah Ramadan. Juga karena banyak keluarga yang mudik, sehingga bisa ikut menyaksikan dan mendoakan,” ujarnya.
Tradisi malem songo sendiri masih menjadi momen favorit bagi masyarakat Tuban untuk melangsungkan akad nikah secara serentak, meskipun tren jumlah pasangan setiap tahunnya cenderung fluktuatif.(*)















