Komisi II DPRD dan Forkopimda Tuban Sepakat Konflik di Klenteng Diselesaikan Secara Internal oleh Umat

Editor

Berita

Dengan keterlibatan penuh DPRD, Forkopimda, dan seluruh elemen terkait, besar harapan bahwa konflik internal umat klenteng ini dapat segera berakhir tanpa membawa persoalan ke ranah hukum. (Foto/imr)

Beranda Tuban – Upaya penyelesaian konflik internal yang berkepanjangan di Klenteng ternama di Kabupaten Tuban terus ke arah progres yang positif. Dalam pertemuan lintas lembaga yang melibatkan DPRD Tuban, Forkopimda, Kabag Hukum, Kodim, Polres, Kejaksaan, Kesbangpol hingga perwakilan umat Buddha, disepakati bahwa penyelesaian konflik dilakukan secara internal oleh umat klenteng tanpa melalui jalur hukum.

“Biar konflik ini bisa segera berakhir dan umat bisa beribadah dengan aman, nyaman, dan tentram,” tegas Ketua Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni, dalam pernyataan resminya usai rapat koordinasi, Selasa (5/8/2025).

Forkopimda dan pihak terkait menekankan bahwa penyelesaian konflik sebaiknya tidak dibawa ke ranah hukum, melainkan diselesaikan dalam ranah internal umat. Pihak luar seperti profesi, kelompok, maupun individu non-umat diharapkan bersikap netral dan mendorong rekonsiliasi.

“Kami tidak berharap konflik ini berakhir di pengadilan. Meski proses hukum telah berjalan, kita hormati, namun penyelesaian utamanya tetap diserahkan ke umat,” tambah Fahmi.

Untuk menindaklanjuti konflik yang juga melibatkan pemecatan sepihak karyawan dan dualisme pengelolaan internal, Komisi II DPRD Tuban akan kembali menggelar pertemuan pada 11 Agustus 2025 dengan mengundang sejumlah pihak, yaitu:

– 3 orang dari Surabaya

– 8 orang yang menyerahkan mandat ke pengelola

– 14 pengurus dan penilik

– 3 orang pelapor

– 2 karyawan yang disebut sebagai pemicu konflik: Soejanto/ Jing Hay dan Ratnasari

– Perwakilan Forkopimda

– Kabag Hukum, Kesbangpol

– Bapemas Buddha Jatim

– Kementerian Agama

Diketahui, Soejanto dan Ratnasari, dua orang yang menjadi sorotan utama dalam konflik ini, merupakan warga Surabaya yang diduga sebagai bawahan dari Sumargono, salah satu tokoh sentral dalam dinamika internal pengelolaan klenteng.

Selain memicu konflik internal umat, kehadiran Suyanto dan Ratna juga disebut menjadi pemicu pemecatan karyawan secara sepihak sejak tahun 2002 hingga 2024.

Beberapa korban PHK bahkan berasal dari warga sekitar klenteng yang telah mengabdi puluhan tahun.

“Saya ini tetangganya klenteng. Banyak warga sekitar menggantungkan hidup dari aktivitas di klenteng. Tapi karena konflik ini, tempat itu seperti mati suri. Jualan sepi, pekerjaan hilang, dan indeks toleransi agama bisa ikut turun,” ungkap Fahmi dengan nada prihatin.

Komisi II DPRD Tuban berkomitmen menjadi fasilitator agar konflik yang sudah berlangsung cukup lama ini segera mencapai titik temu. Sayangnya, dalam pertemuan hari ini, sejumlah pihak yang diundang seperti tiga penggugat dan tiga dari delapan pemegang mandat tidak hadir.

“Kami ingin menjembatani konflik ini, tapi yang kami undang malah tidak datang. Padahal, niat kita baik: mencari solusi damai bersama, bukan memperpanjang masalah,” imbuh politisi Dapil 5 itu.

Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa pemilihan pengurus klenteng tanggal 8 lalu telah berjalan sesuai AD/ART terbaru yang kini telah diserahkan ke DPRD. Status klenteng sebagai perkumpulan, bukan yayasan, juga dikonfirmasi.

Dengan keterlibatan penuh DPRD, Forkopimda, dan seluruh elemen terkait, besar harapan bahwa konflik internal umat klenteng ini dapat segera berakhir tanpa membawa persoalan ke ranah hukum.

Pertemuan lanjutan pada 11 Agustus menjadi momentum penting untuk mencapai rekonsiliasi total demi ketenteraman umat dan masyarakat sekitar. (*)

Terpopuler

Pengendara Honda Vario Tewas Usai Jatuh Menghindari Jalan Rusak di Tuban

Editor

Beranda Tuban – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di wilayah hukum Polres Tuban pada hari Jumat pagi, 01 Agustus 2025. ...

Curi Diesel Traktor di Persawahan Tuban, Pelaku Jual Barang Curian Lewat Facebook, 2 DPO Diburu

Editor

Beranda Tuban – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban berhasil mengamankan pelaku pencurian diesel traktor di area persawahan Desa Tengger, ...

Kasus Penipuan Pelunasan Hutang Fiktif dengan SBKKN BRI Tuban, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Editor

Beranda Tuban – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban melalui Unit Tindak Pidana Ekonomi mengungkap kasus penipuan berkedok program pelunasan ...

Parenting KB-RA Muslimat NU Salafiyah Merakurak Tuban: Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Lindungi Generasi Emas dari Zat Adiktif

Editor

Beranda Tuban – KB-RA Muslimat NU Salafiyah Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban menggelar kegiatan parenting yang bertujuan untuk memberikan edukasi bagi ...

Rotasi Besar di Pemkab Tuban, 8 Pejabat Tinggi Dilantik Mas Lindra Hari Ini

Editor

Beranda Tuban – Suasana Pendapa Kridha Manunggal, Kamis (31 Juli 2025), terasa khidmat saat Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, memimpin ...

Kecelakaan Maut di Rengel Tuban, Pengendara Asal Bojonegoro Meninggal di Puskesmas

Editor

Beranda Tuban – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 06.45 WIB di Jalan Pakah-Soko, Desa Maibit, ...

Tinggalkan komentar