Beranda Tuban – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengunjungi Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka sosialisasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sekaligus meninjau perkembangan Sekolah Rakyat (SR) di daerah tersebut.
Kegiatan sosialisasi DTSEN dihadiri oleh para Camat, Kepala Desa (Kades), serta orang tua siswa Sekolah Rakyat, dan berlangsung di Pendopo Kridha Manunggal Tuban.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan perkembangan positif siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban yang telah berjalan sekitar empat bulan.
Baca Juga:
“Saya melihat perkembangan siswa-siswi sekolah rakyat, mereka lebih percaya diri. Bahkan disampaikan oleh orang tuanya sendiri, anak-anak kini lebih disiplin dan mulai terlihat pembentukan karakternya,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi awal yang sangat baik bagi penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ia berharap Kepala Sekolah dan seluruh perangkat pendidikan dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Dengan begitu, anak-anak kita ke depan memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas,” imbuhnya.
Secara nasional, Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik di Indonesia, dengan jumlah siswa hampir 16.000 orang, didukung sekitar 2.000 guru dan 4.000 tenaga kependidikan.
“Saya bangga dan berterima kasih kepada Bupati dan Kepala Sekolah yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” kata mantan Wali Kota Pasuruan tersebut.
Dalam rangka mendukung pembangunan daerah dan percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban, Gus Ipul juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi, bekerja sama, dan bersinergi.
Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan bahwa Kabupaten Tuban telah mendapat kepercayaan dari Kementerian Sosial RI untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat.
“Hari ini Sekolah Rakyat sudah dalam proses pembangunan di atas lahan seluas 5–7 hektare di wilayah Mondokan. Insyaallah nantinya akan menampung sekitar 1.000 siswa mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA,” jelasnya.
Bupati menambahkan, total anggaran pembangunan Sekolah Rakyat tersebut mencapai lebih dari Rp50 miliar, dengan target penyelesaian pembangunan pada akhir tahun 2026.
“Insyaallah targetnya tahun 2027 sudah mulai beroperasi, sesuai dengan arahan dari kementerian terkait,” pungkasnya. (*)















