Tuban, berandaonline.id – Momentum Hari Buruh Internasional atau May Day 1 Mei 2026 dimanfaatkan Serikat Pekerja PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (SP TPPI) untuk mendorong langkah strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan Kilang TPPI yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Berbeda dengan aksi turun ke jalan, SP TPPI memilih menggelar Seminar Energi Nasional pada 30 April 2026 di Hotel Lynn. Kegiatan yang bekerja sama dengan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) ini mengusung tema menguatkan kemandirian energi nasional.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ir. Faisal Yusra (LSM Pandawa) dan Ir. Marwan Batubara, yang memberikan masukan strategis terkait penguatan sektor energi serta tata kelola industri migas nasional, termasuk peran PT Pertamina (Persero).
Baca Juga:
Presiden SP TPPI, Suhariyadi, didampingi tim hukum SP TPPI Yulistianto, menegaskan bahwa hasil seminar akan ditindaklanjuti dengan langkah konkret melalui kajian komprehensif.
“Momentum May Day ini kami jadikan titik awal untuk mendorong penyelesaian persoalan Kilang TPPI. Kami akan melakukan kajian menyeluruh terhadap berbagai aspek, termasuk dugaan moral hazard dan praktik KKN,” ujarnya.
Kajian tersebut akan mencakup aspek hukum, kontrak, keuangan, investasi, pendanaan, penguasaan lahan, kepemilikan saham, hingga persoalan utang piutang yang selama ini dinilai belum tuntas.
SP TPPI juga menekankan pentingnya pembentukan tim khusus yang melibatkan para pakar profesional lintas bidang. Tim ini diharapkan bekerja secara independen dengan mengedepankan prinsip GCG guna menghasilkan rekomendasi yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih jauh, SP TPPI mendorong Presiden Republik Indonesia untuk mengambil langkah luar biasa melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) khusus.
“Untuk mencapai solusi terbaik sesuai amanat UUD 1945 dan kepentingan energi nasional, Presiden perlu menerbitkan Perpu khusus. Ini penting agar persoalan KKN di Kilang TPPI yang sudah berlarut-larut bisa diselesaikan secara tuntas,” tegas Suhariyadi.
Sebagai informasi, proyek Kilang TPPI mulai dibangun sejak 1998. Namun hingga kini, berbagai persoalan yang menyertainya belum menemukan penyelesaian komprehensif.
Melalui momentum May Day 2026 SP TPPI menegaskan komitmennya mendukung Program Asta Cita Prabowo Presiden RI dalam swasembada energi dan hilirisasi, mendorong perubahan melalui tiga langkah utama, yakni kajian mendalam, pembentukan tim profesional, dan dorongan regulasi melalui Perpu.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi titik balik dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus menciptakan tata kelola industri migas yang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan. (Red/Ron)















