Tuban, berandaonline.id – Pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya periode 2026-2029 resmi dilantik di Aula Kampus IAINU Tuban, Kamis (18/6/2026). Namun, di balik prosesi pelantikan tersebut, muncul pesan tegas terkait ancaman hoaks, disinformasi, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin memengaruhi dunia jurnalistik.
Kepengurusan baru hasil Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) II IJTI Korda Pantura Raya itu menetapkan Muhammad Mahrus sebagai Ketua IJTI Korda Pantura Raya secara aklamasi.
Pelantikan dihadiri jajaran Forkopimda, akademisi, pimpinan organisasi profesi, serta anggota IJTI dari wilayah Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro.
Baca Juga:
Dalam sambutannya, Muhammad Mahrus menegaskan bahwa keberadaan jurnalis televisi masih sangat dibutuhkan meski masyarakat kini semakin mudah mengakses informasi melalui platform digital dan media sosial.
Menurutnya, derasnya arus informasi tidak selalu diikuti dengan kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, produk jurnalistik yang akurat dan terverifikasi tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Di tengah era disrupsi digital saat ini, masyarakat masih membutuhkan produk jurnalistik yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kualitas kerja jurnalistik harus terus ditingkatkan agar mampu menghadirkan informasi yang benar dan bermanfaat bagi publik,” ujar Mahrus.
Ia juga berharap sinergi antara insan pers dan pemerintah daerah terus diperkuat melalui keterbukaan akses informasi. Menurutnya, transparansi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kerja jurnalistik yang profesional dan akuntabel.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Daerah IJTI Jawa Timur, Hari Tambayong, mengingatkan pengurus baru agar mampu menjawab tantangan jurnalistik yang terus berkembang, terutama di era digital.
Menurutnya, perkembangan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap dunia jurnalistik secara signifikan.
“Hari ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen, profesionalisme, dan independensi jurnalis. Tantangan jurnalisme saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu karena perkembangan teknologi berjalan sangat cepat,” katanya.
Hari menegaskan bahwa kecepatan penyebaran informasi melalui media sosial maupun AI tidak boleh menggeser prinsip utama jurnalistik, yakni akurasi dan verifikasi.
“Kecepatan memang penting, tetapi akurasi dan verifikasi tetap menjadi fondasi utama kerja jurnalistik. Di sinilah peran jurnalis profesional sangat dibutuhkan untuk menghadirkan informasi yang benar dan dapat dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, IJTI harus terus hadir sebagai organisasi profesional yang mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus garda terdepan dalam menangkal hoaks dan disinformasi.
Sebagai informasi, rangkaian Muskorda II IJTI Korda Pantura Raya diawali dengan pemilihan ketua organisasi yang kemudian menetapkan Muhammad Mahrus sebagai ketua terpilih.
Kegiatan berlanjut dengan Workshop Jurnalistik Televisi yang diikuti ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Tuban.
Tak hanya fokus pada pengembangan profesi, IJTI Korda Pantura Raya juga menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon di kawasan konservasi Kampus IAINU Tuban.
Seluruh rangkaian kegiatan akhirnya ditutup dengan pelantikan resmi pengurus IJTI Korda Pantura Raya periode 2026-2029. (Red/Ron)
















