Jakarta, berandaonline.id – Komitmen industri dalam menekan dampak perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya terus menjadi sorotan. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk membuktikan konsistensinya dalam pengelolaan lingkungan dengan meraih tiga penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Operasi Edi Sarwono serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Asruddin dalam seremoni yang berlangsung di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Tiga PROPER Hijau yang diraih menjadi pengakuan atas kinerja unggul perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di tiga unit operasional utama, yakni Pabrik Cilacap, Pabrik Tuban, dan Pabrik Lhoknga yang dioperasikan oleh anak usaha PT Solusi Bangun Andalas.
Baca Juga:
Penghargaan PROPER Hijau menandakan bahwa perusahaan telah melampaui standar kepatuhan lingkungan (beyond compliance), termasuk dalam aspek efisiensi energi, penurunan emisi, hingga program sosial kemasyarakatan yang berkelanjutan.
Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia, Edi Sarwono, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara inovasi operasional dan pemberdayaan komunitas sekitar.
“Keberlanjutan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan energi dan penurunan emisi di pabrik, hingga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Sebagai bagian dari SIG, Solusi Bangun Indonesia terus memperkuat transformasi industri bahan bangunan melalui pendekatan produksi yang efisien dan bertanggung jawab. Berbagai inovasi diterapkan untuk mendukung efisiensi energi sekaligus menekan emisi karbon.
Di Pabrik Lhoknga, perusahaan mengimplementasikan teknologi burner rendah emisi guna meningkatkan efisiensi proses pembakaran. Selain itu, masyarakat sekitar juga diberdayakan untuk mengolah limbah kelapa menjadi pakan ternak bernilai guna.
Sementara itu, Pabrik Cilacap mengoptimalkan pemanfaatan oil sludge sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Perusahaan juga menggagas program konservasi berbasis edutainment dan ekowisata kreatif bersama masyarakat.
Adapun Pabrik Tuban fokus pada substitusi energi fosil melalui optimalisasi bahan bakar alternatif dalam proses produksi kiln. Tak hanya itu, perusahaan bersama masyarakat juga mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) pertama di Kabupaten Tuban sebagai sarana edukasi pengelolaan sampah dan pengembangan produk bernilai tambah.
Ke depan, Solusi Bangun Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong inovasi berbasis efisiensi sumber daya dan energi guna mempercepat transformasi industri rendah karbon sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Red/Ron)















