Tuban, berandaonline.id – Sesuai data sensus terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 14,03 ribu warga di Kabupaten Tuban dikategorikan tidak miskin lagi. Kabar baik ini, salah satunya berkat intervensi Pemerintah Kabupaten Tuban lewat beragam program pengentasan kemiskinan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Tuban, Arif Handoyo, menyampaikan tren penurunan angka kemiskinan tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan pembangunan daerah.
Meski demikian, capaian ini perlu diikuti dengan upaya berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat pembangunan.
Baca Juga:
Arif Handoyo menyatakan Bupati Tuban, Mas Lindra menekankan bahwa penurunan angka kemiskinan ini menjadi dorongan bagi Pemkab Tuban untuk terus memperkuat langkah-langkah penanggulangan kemiskinan.
Fokusnya tidak hanya menurunkan angka statistik, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, kesempatan meningkatkan pendapatan, dan peluang untuk memperbaiki kesejahteraan.
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Tuban pada Maret 2026 tercatat sebanyak 154,83 ribu jiwa. Angka tersebut berkurang 14,03 ribu jiwa atau sekitar 8,31 persen dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 168,86 ribu jiwa.
“Penurunan sebesar 1,21 persen poin ini menjadi yang terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Sampang,” kata Arif dalam laporan resminya, Senin (19/10/2026).
Di sisi lain, perekonomian Kabupaten Tuban juga menunjukkan pertumbuhan. Pada semester pertama 2026, laju pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 6,47 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 4,53 persen.
Pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu aspek penting yang perlu dioptimalkan agar mampu memperluas kesempatan kerja, mendorong aktivitas usaha, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat menuturkan tren penurunan ini juga terlihat dalam rentang lima tahun terakhir.
Pada 2021, persentase penduduk miskin di Kabupaten Tuban tercatat sebesar 16,31 persen atau sebanyak 192,58 ribu jiwa. Angka tersebut terus menurun hingga mencapai 12,92 persen atau 154,83 ribu jiwa pada 2026.
Lebih lanjut, tren penurunan kemiskinan di Kabupaten Tuban tidak hanya dari sisi jumlah dan prosentase penduduk miskin. Pada dimensi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan juga turun cukup signifikan.
Indeks Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Tuban pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,64. Angka ini lebih rendah dibandingkan angka Jawa Timur sebesar 1,21.
“Nilai tersebut menempatkan Kabupaten Tuban pada peringkat ke-16 terendah di Jawa Timur. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun sebesar 1,25 poin dari tahun sebelumnya,” jelasnya.
Penurunan ini, lanjutnya merupakan yang terbesar di Jawa Timur yang menunjukkan semakin berkurangnya kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.
Selain itu, Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Tuban tercatat sebesar 0,11 poin sedangkan Jawa Timur sebesar 0,24 poin. Dengan nilai tersebut, Kabupaten Tuban menempati peringkat ke-17 terendah di Jawa Timur.
Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Tuban turun sebesar 0,31 poin, dari yang semula 0,42 menjadi 0,11. Penurunan ini merupakan yang terbesar di Jawa Timur, yang menunjukkan berkurangnya ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin di Kabupaten Tuban.
(red/ron)














