Tuban, berandaonline.id – PT United Tractors Semen gresik (UTSG) menyelenggarakan kegitaan General Safety Talk pada Selasa, 27 Oktober 2026 dengan mengangkat tema “Pengembangan Budaya Risiko (Risk Based Thinking – Membangun Budaya Risiko dan Diri Sendiri).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran seluruh karyawan terhadap pentingnya mengenali, memahami, dan mengelola risiko yang ada dalam setiap aktivitas pekerjaan.
Melalui tema tersebut, PT UTSG menekankan bahwa penerapan budaya risiko tidak hanya berkaitan tentang kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif setiap individu.
Baca Juga:
Pendekatan Risk- based thinking mendorong karyawan untuk mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini, mepertimbangkan dampak dari setiap tindakan, serta mengambil langkah pencegahan sebelum risiko berkembang menjadi sebuah insiden.
Dalam penyampaiannya, Direktur PT UTSG, Ummi Shofiana, mengingatkan bahwa membangun budaya risiko harus dimulai dari diri sendiri dan diterapkan secara konsisten pada lingkungan kerja. Setiap karyawan memiliki peran penting dalam lingkungan kerja yang aman melalui kepedulian, komunikasi dan tindakan nyata dalam menghadapi potensi risiko.
“Terakhir, saya beraharap kepada seluruh karyawan untuk dapat melakukan tiga hal, yang pertama, kenali. Kenali risiko dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Jangan menunggu adanya insiden, baru kita menyadari adanya risiko. Kedua, Wicara. Sampaikan Hazard, Near miss, defiensi atas perubahan konidis, jangan diam jika melihat potensi bahaya. Ketiga pantau, pastikan mitigasi benar- benar dilaksanakan dan dipantau. Karena mengetahui risiko tanpa tindakan tidak akan mengurangi risiko,” Ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya dalam meningkatkan kepekaan terhadap kondisi di sekitar, termasuk mengenali potensi bahaya yang mungkin akan muncul dalam pelaksanaan pekerjaan sehari- hari.
Kesadaran terhadap risiko sejak awal menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya insiden serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Selain penyampaian materi terkait pengembangan budaya risiko, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan Risk Awards kepada sejumlah karyawan yang telah berhasil meraih sesuai dengan kategori pekerjaan masing- masing.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi perusahaan atas kontribusi karyawan yang telah menerapkan budaya risiko di lingkungan kerja.
Melalui apresiasi ini diharapkan seluruh karyawan semakin termotivasi untuk meningkatkan kepedulian terhadap potensi risiko, menerapkan prosedur kerja secara konsisten, serta mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan.
Dengan meingkatkan kesadaran individu serta memperkuat keterlibatan seluruh elemen perusahaan, PT UTSG berkomitmen untuk terus membangun lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
(red/ron)














